Yayasan peduli sampah di Bali dapat pendanaan edukasi sampah

Yayasan peduli sampah Malu Dong Buang Sampah Sembarangan di Denpasar, Bali, Sabtu mendapatkan pendanaan berupa uang tunai sejumlah Rp186.250.000 untuk mendukung edukasi pengolahan sampah.

Ketua Yayasan Malu Dong Buang Sampah Sembarangan Komang Sudiarta menyatakan pihaknya sangat bersyukur mendapatkan dukungan dari berbagai pihak termasuk Coca-Cola Indonesia yang terus membantu kegiatan kampanye dan aksi peduli sampah di Provinsi Bali.

Dia menyatakan dukungan pendanaan tersebut sangat berguna untuk mendukung dan meningkatkan, serta menyukseskan program kerja yang telah dicanangkan oleh Yayasan Malu Dong Buang Sampah Sembarangan khususnya membiayai aktivitas edukasi terkait pengelolaan sampah kepada komunitas khususnya anak-anak usia sekolah.

Ia menyatakan, selama ini yayasan miliknya menggencarkan usaha mengampanyekan gerakan menuju Bali bebas sampah dengan banyak mengedukasi dan mengajak masyarakat khususnya generasi milenial untuk menjaga lingkungan.

“Masalah sampah perlu ditangani dari hulu sampai hilir, yaitu dari hulu melalui edukasi untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap sampah, sehingga masyarakat dapat memilah, memanfaatkan, dan menguranginya. Setelah itu, di hilirnya barulah aksi nyata pilah sampah berbasis sumber dengan program lainnya," kata dia.

Menurut Komang, masalah sampah tidak dapat diselesaikan secara parsial, terpisah dari komunitas besar, tetapi merupakan persoalan yang harus diselesaikan bersama oleh semua pihak dengan kerja kolaboratif.

Karena itu, kata dia, adalah suatu hal yang penting dan mendesak bagi pemerintah maupun masyarakat untuk bergerak bersama menangani sampah, apalagi dengan penetapan penutupan TPA Suwung di Denpasar.

Sebagai wujud keseriusannya mengolah sampah, Pria yang biasa disapa Om Bemo tersebut, menunjukkan kepada anak-anak muda tentang pentingnya memiliki kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan mendorong pemerintah agar lebih peduli pada masalah pengelolaan sampah.

"Pemerintah sendiri harus memiliki kemauan politik untuk mengeksekusi program pilah sampah berbasis sumber. Karena kalau tidak, itu hanya akan menjadi proyek politik yang tidak bertahan lama dan tidak menjawab penyelesaian persoalan sampah di Bali sendiri khususnya," kata dia.

Saat ini, yayasan yang resmi diluncurkan pada tanggal 23 April 2016 telah memiliki jumlah anggota mencapai lebih dari 175 orang, dan sebanyak 468 bendera telah dikibarkan di empat kantor kecamatan, 43 desa, dan 420 banjar di Denpasar.

Melihat inisiatif dan kerja nyata yayasan ini, Lucia Karina selaku Public Affairs, Communications & Sustainability Director CCEP Indonesia dan Papua Nugini memberikan dukungan berupa bantuan uang tunai.

Pemberian dana tersebut, kata Karina, sebagai salah satu wujud komitmen perusahaan barang konsumen terkemuka Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia), untuk mendukung komunitas yang menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu wujud komitmen tersebut, kata dia, CCEP Indonesia melalui Program Dukung Aksi Pilihanku yang merupakan kelanjutan dari inisiatif Support My Cause, telah mendukung 44 yayasan lokal yang tersebar di seluruh wilayah Eropa dengan investasi lebih dari 200.000 euro, termasuk Indonesia.

“Melalui Program Dukung Aksi Pilihanku, kami berfokus kepada dua hal sekaligus; membangun kesadaran karyawan akan isu sosial dan lingkungan dengan melibatkan mereka secara langsung, dan mendorong perubahan perilaku dan kualitas masyarakat dengan mendukung kegiatan yayasan yang kredibel," kata Lucia Karina.

Yayasan Malu Dong Buang Sampah Sembarangan merupakan salah satu yayasan yang dinominasikan dan mendapatkan suara terbanyak untuk Program Dukung Aksi Pilihanku 2022.

Pada sisi lain, Made Putra Pranata selaku Corporate Affairs Manager CCEP Indonesia wilayah Bali mengatakan alasan memilih Yayasan Malu Dong Buang Sampah Sembarangan karena memiliki visi yang sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menangani masalah sampah di Indonesia.

“Saya melihat kegiatan yang dilakukan Yayasan Malu Dong Buang Sampah Sembarangan akan edukasi pengelolaan sampah, dapat mendukung target CCEP Indonesia untuk membantu mengurangi kebocoran sampah ke laut dan membangun ekonomi sirkular dari daur ulang sampah plastik. Saya meyakini dengan mendukung yayasan yang tepat, kita dapat melihat hasil nyata akan perubahan yang lebih baik,” kata Made Pranata.
Baca juga: Industri diminta berdaya saing dan lestarikan lingkungan
Baca juga: Sekjen Apkasi sebut anggaran pengelolaan sampah daerah masih terbatas