Yelooo Integra Datanet Terbitkan 1,83 Miliar Saham Baru untuk Rights Issue

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO), emiten bergerak di bidang jasa, industri, perdagangan, pariwisata, dan transportasi akan menambah modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Mengutip laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (25/8/2021), PT Yelooo Integra Datanet Tbk menawarkan sebanyak-banyaknya 1,83 miliar saham baru. Jumlah saham yang ditawarkan itu 80 persen dari total modal ditempatkan dan disetor dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Harga pelaksanaan rights issue YELO sebesar Rp 100 per saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan rights issue. Dengan demikian, jumlah dana yang akan diterima perseroan dalam rights issue sebesar Rp 183,20 miliar.

Setiap pemegang satu saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) perseroan pada 28 Oktober 2021 berhak atas empat HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu saham baru.

Sesuai ketentuan POJK Nomor 32/2015, dalam hal pemegang saham memiliki sertifikat bukti Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (SBHMETD) dalam bentuk pecahan, hak itu menjadi milik perseroan dan akan dijual oleh perseroan. Hasil penjualannya akan dimaksukkan ke rekening perseroan.

PT Agung Inovasi Teknologi Indonesia dan PT Prima Jaringan Distribusi selaku pemegang saham utama perseroan tidak akan melaksanakan HMETD yang dimilikinya. Kemudian mengalihkan HMETD-nya kepada PT Artalindo Semesta Nusantara (ASN) masing-masing sebesar 639.400.000 dan 55.600.00 saham.

Jika masih ada jumlah saham baru yang tidak dilaksanakan dan atau diambil bagian oleh pemegang HMETD, Roby Tan sebagai pembeli siaga akan membeli sebanyak-banyaknya 280 juta saham yang tidak dilaksanakan pada harga pelaksanaan sebesar Rp 100 setiap saham baru. Hal ini dengan cara inbreng dengan saham PT Abdi Harapan Unggul (AHU) sebanyak-banyaknya 28.000 saham atau senilai Rp 28 miliar.

Pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan dalam HMETD ini sesuai dengan HMETD-nya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan sahamnya (dilusi) maksimal 68,04 persen.

Jumlah waran seri I perseroan yang belum dilaksanakan oleh pemegang waran seri I sebanyak 77.956.402 waran dengan periode akhir pelaksanaan waran seri I pada 29 Oktober 2021.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pemakaian Dana Hasil Rights Issue

Suasana pergerakan perdagangan saham perdana tahun 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Suasana pergerakan perdagangan saham perdana tahun 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) akan memakai dana hasil rights issue antara lain sekitar 45,72 persen untuk akuisisi 69,85 persen saham AHU milik ASN dengan setoran dalam bentuk inbreng dengan saham perseroan sebanyak 695 juta saham.

Selanjutnya 18,42 persen untuk akuisisi 28 persen saham AHU milik Roby Tan atau sejumlah 280.000 saham AHU, dan sisanya digunakan untuk modal kerja perseroan.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 25 Agustus 2021, saham YELO turun 4,29 persen ke posisi Rp 312 per saham. Saham YELO dibuka naik enam poin ke posisi Rp 332 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 6.981 kali dengan volume perdagangan 391.391. Nilai transaksi Rp 12,6 miliar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel