Yen jatuh 1,9 persen setelah BOJ pertahankan stimulus, franc naik lagi

Yen Jepang jatuh 1,9 persen pada Jumat, setelah bank sentral Jepang (BOJ) melawan gelombang pengetatan dan terjebak dengan sikap suku bunga ultra-rendah, ketika pasar mata uang tampak bersiap untuk sesi bergejolak lainnya setelah serentetan kenaikan suku bunga minggu ini.

Keputusan mengejutkan bank sentral Swiss (SNB) menaikkan suku bunga sebesar 0,5 persen terus bergema di pasar, dengan euro kehilangan setengah persen dan franc kembali menuju tertinggi dua bulan yang dicapai segera setelah pengumuman Kamis (16/6/2022).

Pasar uang, menghadapi pengetatan kebijakan moneter terbesar selama beberapa dekade, juga harus menghadapi penurunan besar dalam sentimen risiko yang telah membuat pasar ekuitas jatuh.

Dolar Australia, sangat sensitif terhadap suasana investasi global yang luas, turun 0,9 persen menjadi 0,6981 dolar AS karena pasar saham di Asia jatuh menyusul penurunan besar di Wall Street pada Kamis (16/6/2022).

Dolar AS bangkit kembali dari level terendah satu minggu terhadap mata uang utama, menyusul penurunan dua hari setelah kenaikan suku bunga tengah minggu Federal Reserve yang, meskipun terbesar sejak 1995, tidak melebihi ekspektasi pasar.

Terhadap yen, greenback naik 1,6 persen menjadi 134,14 yen menyusul banyak volatilitas segera setelah keputusan BOJ. Awalnya dolar memperpanjang kenaikan hingga 1,89 persen hingga mencapai 134,64.

Yen pada Rabu (15/6/2022) telah mencapai level terendah 24 tahun di 135,6 per dolar.

"BOJ mengecewakan hari ini dengan mempertahankan semua pengaturan kebijakan tidak berubah," kata Naveen Nair dari Citi. Dia mencatat bahwa dengan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang diperdagangkan di atas batas BOJ sebesar 0,25 persen, pasar "tampaknya masih memiliki harapan untuk kapitulasi BOJ."

Euro kehilangan 0,5 persen menjadi 1,0499 dolar, meskipun di atas level yang dicapai pada Kamis (16/6/2022).

Euro turun 0,3 persen terhadap franc Swiss di 1,0165 franc per euro. Franc telah meroket ke tertinggi dua bulan pada Kamis (16/6/2022) setelah kenaikan suku bunga dan perasaan di antara investor bahwa SNB tidak akan mencoba dan menghentikan penguatan franc seperti yang terjadi di masa lalu.

Dolar menguat 0,2 persen menjadi 0,9684 franc, setelah jatuh paling dalam dalam tujuh tahun semalam.

Indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap sekeranjang enam mata uang rival, naik 0,6 persen menjadi 104,48.

Imbal hasil jangka panjang AS, yang memiliki korelasi erat dengan nilai dolar-yen, stabil di Tokyo pada Jumat, setelah turun tajam selama jam AS karena investor khawatir bahwa pengetatan Fed yang agresif dapat memicu resesi.

"Tergelincirnya imbal hasil AS dan pembicaraan resesi telah melemahkan indeks dolar AS beberapa hari terakhir," tulis analis Westpac dalam catatan klien, mengacu pada indeks dolar. "Penurunan indeks dolar dapat meluas ke 102 dalam waktu dekat, tetapi tren bullish yang lebih luas belum selesai, tidak dengan kenaikan Fed 75 basis poin lainnya pada Juli."

Sterling tergelincir 0,7 persen menjadi 1,2267 dolar, mengembalikan sebagian dari lonjakan 1,43 persen semalam, ketika bank sentral Inggris memutuskan untuk menaikkan suku bunga lagi -- meskipun kurang dari yang diperkirakan pasar -- bersama dengan sinyal hawkish tentang tindakan kebijakan di masa depan.

Baca juga: Franc Swiss melonjak usai kenaikan suku bunga mengejutkan
Baca juga: Dolar turun dari tertinggi 2 dekade, usai The Fed naikkan bunga 75 bps
Baca juga: Yuan terangkat 176 basis poin menjadi 6,6923 terhadap dolar AS

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel