Yen Jepang melambung sebentar setelah komentar Kuroda

·Bacaan 3 menit

Yen mendapat penangguhan hukuman singkat setelah mencapai posisi terendah baru dua dasawarsa menyusul komentar pembuat kebijakan Jepang pada Senin, bahkan ketika liburan membatasi dolar AS ke kisaran sempit terhadap sebagian besar mata uang lainnya.

Yen jatuh ke level terendah dua dasawarsa di 126,795 pada awal perdagangan Asia, sebelum Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) Haruhiko Kuroda dan Menteri Keuangan Shunichi Suzuki menyuarakan keprihatinan dan menyebabkan mata uang Jepang melambung ke setinggi 126,25. Tapi reli tersebut terbukti berumur pendek dan segera kembali sekitar 126,57.

Dengan liburan Paskah di Australia, Hong Kon,g dan bagian lain Asia mengurangi perdagangan mata uang lainnya, dolar tetap kuat dan didukung oleh Federal Reserve yang hawkish, sementara euro tertekan oleh kurangnya kejelasan tentang kapan suku bunga di zona euro akan naik.

Baca juga: Yen Jepang jatuh dekati level terendah 20 tahun terhadap dolar AS

Pada posisi terendah Senin, yen hampir 10 persen lebih lemah dari pada awal Maret. Yen merosot hampir 2,0 persen terhadap dolar minggu lalu, menandai penurunan minggu keenam berturut-turut.

Win Thin, kepala strategi mata uang di BBH Global Currency Strategy, mengatakan dolar tampaknya tidak memiliki poin grafik yang signifikan menghentikan potensi kenaikan lebih lanjut terhadap yen hingga tertinggi 2002 di dekat 135,15.

"Kami melihat risiko rendah dari intervensi valas. Sampai BOJ mengubah sikap ultra-dovish-nya, divergensi kebijakan moneter mendukung pelemahan yen yang berkelanjutan dan intervensi kemungkinan akan memiliki dampak jangka panjang yang kecil," tulis Thin.

Pembuat kebijakan Jepang telah vokal tentang kekhawatiran mereka seputar yen yang jatuh, terutama setelah melemah ke sisi 125 per dolar pada 11 April.

Sementara itu ekspektasi bagi BOJ untuk mengakui peningkatan tekanan inflasi pada tinjauan kebijakan moneter 27-28 April mendatang dan tidak berbuat lebih banyak, analis mengatakan pelemahan yen menumpuk tekanan pada Kuroda untuk mengubah segera suku bung nol.

Baca juga: Menkeu Jepang: Tokyo komunikasi erat dengan AS atas pergerakan valas

Kuroda menjelaskan pada hari Senin bahwa sementara yen yang lemah dapat berdampak pada keuntungan perusahaan, masih terlalu dini untuk memperdebatkan jalan keluar dari kebijakan longgar itu.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan pada Jumat (15/4/2022) bahwa kebijakan moneter bank sentral ditujukan untuk mencapai target inflasi 2,0 persen, bukan untuk memanipulasi nilai tukar mata uang.

Menteri Keuangan Suzuki telah berbicara beberapa kali dalam beberapa minggu terakhir, memperingatkan bahwa yen yang lemah adalah "buruk" bagi perekonomian Jepang jika kenaikan biaya bahan baku tidak dapat diteruskan ke harga barang yang dijual.

Analis JPMorgan Securities Benjamin Shatil dan Sosuke Nakamura mengatakan penggunaan kata "buruk" menandai perubahan nada.

"Kami telah lama berpendapat bahwa BOJ mungkin perlu berkedip jika pelemahan yen cukup untuk menyebabkan dampak politik," tulis mereka pada Jumat (15/4/2022).

"Risiko untuk menjalankan posisi short yen akan menjadi setiap kapitulasi dalam penilaian positif Kuroda sejauh ini terhadap kelemahan yen."

Sementara itu, kekhawatiran atas pasokan global meningkatkan harga minyak lebih lanjut pada Senin, menambah hambatan bagi ekonomi pengimpor energi Jepang.

Sementara itu, dolar tetap mendekati level tertinggi dua tahun terhadap euro, didukung oleh komentar hawkish yang tak henti-hentinya dari pejabat Fed.

Euro datar di sekitar 1,08 dolar, tidak jauh dari level terendah minggu lalu di 1,0758 dolar, level yang tidak terlihat sejak April 2020.

Sementara itu, dolar Australia melayang di dekat level terendah dalam sebulan di 0,7383 dolar AS.

Di pasar mata uang kripto, bitcoin terus berada di dekat angka 40.000 dolar AS, terakhir berpindah tangan pada 39.748 dolar AS.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel