Yenny Wahid harap sentuhan Papua munculkan atlet unggulan nasional

·Bacaan 1 menit

Ketua Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Zannuba Ariffah Chafsoh, atau akrab disapa Yenny Wahid, berharap sentuhan Papua selaku tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX akan mengantarkan atlet-atlet panjat tebing lebih berprestasi dan menciptakan bibit unggul bagi tim nasional.

"Papua sebagai tuan rumah itu memang mendorong supaya (atlet) sebisa mungkin mendapat medali. Jadi, saya melihat ada potensi (atlet) menjadi rising star. Tapi, kita akan melihat (pertandingan-pertandingan berikutnya)," kata Yenny kepada ANTARA di Mimika, Papua, Senin.

Yenny mengatakan para atlet yang mewakili Papua menampilkan performa baik pada laga yang digelar Senin.

Pantauan ANTARA, Abbas Hamid yang turun di nomor speed track putra sempat mencuri kemenangan lewat pertandingan pertama melawan atlet asal Jambi Dewa Putra Chanita pada babak kualifikasi, dengan catatan waktu 08,368 berbanding 08,630

detik.

Baca juga: Yenny Wahid: Aries Susanti-Muji Mulyani tunjukkan olahraga itu dinamis

Namun pada babak berikutnya, catatan waktu Abbas Hamid yaitu 09,330 detik masih terlewat dari pencapaian waktu Dewa yaitu 09,268 detik.

Sedangkan di nomor speed track putri, Nesti Stela Iriani Pedai berhasil mencatatkan waktu lebih baik dalam dua babak yaitu 17,066 detik dan 14,825 detik dibanding wakil Jambi Melisa Kusmaningsih. Melisa membukukan waktu berturut-turut 20,620 detik dan 15,100 detik.

Mengacu pencapaian atlet-atlet Papua dalam perlombaan panjat tebing PON XX itu, Yenny berharap wakil Papua dapat terus berprestasi dan menjadi bintang dalam PON.

"Tapi kompetisi (panjat tebing) ini kan masih panjang. Besok juga masih ada pertandingan. Kita lihat lah nanti siapa rising star di PON kali ini," kata Yenny.

Baca juga: Yenny Wahid minta atlet panjat tebing nasional perbaiki catatan waktu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel