Yenny Wahid menyusui bayi Dara di RSCM

MERDEKA.COM. Bayi Dara yang sebelumnya dirawat RS Tarakan dipindahkan ke RSCM tadi malam. Rupanya, kisah bayi Dara membuat Yenny Wahid, putri mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid, prihatin dan ingin membantu.

"Ingin menyusui bayi Dara karena saya prihatin dengan kondisinya. Makanya saya mau membantu," ujar Yenny di pelayanan jantung terpadu RSCM saat akan menemui Dara, Jumat (22/2).

Yenny yang mengenakan baju lengan panjang warna hitam dan berkerudung hijau menambahkan, dirinya akan menyusui bayi Dara secara langsung. Yenny merasa hal itu bukan masalah mengingat dirinya juga baru melahirkan beberapa waktu lalu.

"Jadi ASI saya masih keluar," katanya.

Menanggapi tragedi yang dialami bayi Dera, dia mendorong pihak rumah sakit untuk membeli alat kesehatan lebih banyak. Selain itu, pemerintah diharapkan lebih peduli pada penanganan dan pelayanan kesehatan untuk masyarakat kecil

"Pemerintah tidak hanya profit center. Tetapi sisi kemanusiaan dan pelayanan masyarakat yang penting," tuturnya.

Sebelumnya, Dara, kembaran almarhum bayi Dera, hingga Kamis (21/2) kemarin, menjalani perawatan di RS Tarakan, Jakarta Pusat. Pihak rumah sakit masih terus berupaya menaikkan berat badan bayi Dara.

"Kondisi terakhir sudah ada kebaikan. Masalahnya hanya di berat badan. Dipantau semua sama dokter kami untuk mempertahankan berat badan agar bisa meningkat," terang Kabid Pelayanan RS Tarakan, Theryoto, kepada wartawan di RS Tarakan, Senin (18/2).

Theryanto menambahkan, saat masuk rumah sakit tanggal 18 Februari kemarin, berat badan Dara hanya 1.450 gram. Menurutnya, berat badan Dara tak maksimal karena ada pengembangan organ tubuh yang kurang baik.

"Maka itu perlu ada penguatan dari organ dan diberikan obat. Saat ini sudah lumayan," jelasnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.