Yenny Wahid Tanggapi Bantuan Rp2 Triliun: Jangan Kehilangan Akal Sehat

·Bacaan 1 menit

VIVA – Putri kedua mantan presiden Abdurrahman Wahid, Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid, menanggapi kehebohan kabar bantuan hibah Rp2 triliun dari keluarga almarhum Akidi Tio yang hingga kini belum jelas pencairan dananya. Menurutnya, itu menunjukkan contoh bahwa bangsa Indonesia mengalami krisis akal sehat dan suka kagetan.

"Meskipun kita percaya bahwa selalu ada malaikat dan keajaiban, peristiwa ini mengingatkan kita untuk selalu rasional dalam menghadapi apa pun. Ojo kagetan," ujar dia, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 3 Agustus 2021.

Dia meminta masyarakat mengedepankan rasionalitas. "Akal sehat kita kedepankan. Orang semestinya curiga, kok bisa ada yang nyumbang dua triliun rupiah, benar apa tidak? Sehat mentalnya atau tidak? Jangan sampai satu negara ikut kebobolan. COVID-19 memang membuat kita nyaris putus asa, tapi jangan sampai kita kehilangan akal sehat," kata dia.

Penting sekali, katanya, semua informasi tidak diterima bulat-bulat. "Perlu dilakukan verifikasi dulu sebelum dikeluarkan ke publik," katanya.

Geger keluarga Tio ini mengingatkan dia pada heboh Bruneigate yang menimpa Gus Dur saat menjabat presiden. Ketika itu parlemen menekan keras. Setelah tim Kejaksaan Agung memverifikasi langsung pada Kesultanan Brunei, barulah akal sehat tegak kembali.

Ia meminta publik tidak mudah kaget atau terkejut sehingga tidak mudah diombang-ambingkan oleh informasi, apalagi yang belum dipastikan kebenarannya.

Ia mengaku mengingat, dahulu geger Menteri Luar Negeri Adam Malik menerima resmi ibu hamil yang melapor tentang bayi dalam kandungannya bisa bicara. Aparat yang tidak mengedepankan akal meloloskan penipu diterima menteri utama kabinet.

Cut Zahara Fona, nama ibu hamil yang mengaku bayi dalam kandungannya bisa bicara dan diterima Malik di kediaman resmi. Sang menteri mendengarkan 'bayi bicara'. Lalu heboh pers memberitakan dan publik geger. Belakangan Cut Zahara ketahuan bohong, ternyata "suara bayi dari dalam perut" itu adalah suara perekam yang disembunyikan di perut. (ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel