YKI: Banyak Pasien Kanker Lambung Datang ke Dokter Sudah Tak Bisa Dioperasi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Aru Sudoyo mengatakan, pasien kanker lambung lebih banyak yang datang periksa ke dokter sudah tidak bisa dioperasi lagi. Hal ini berdasarkan pengalaman sehari-hari yang ditemui Aru selama praktik.

"Pengalaman Saya ya, lebih banyak kondisi pasien kanker lambung sudah tidak bisa dioperasi lagi. Grade-nya (stadium) itu grade 3 dan 4. Jarang Saya menangani pasien grade 1 dan 2," tutur Aru saat dialog Gaya Hidup Masa Kini: Waspada Kanker Lambung Mengintai Anda! pada Rabu, 10 Februari 2021.

"Pada awalnya, kanker lambung sering disangka sebagai sakit mag biasa, sehingga sebagian besar pasien datang terlambat dan sudah pada stadium lanjut.”

Berdasarkan tingkat keparahan, kanker lambung dibagi menjadi 4 stadium. Stadium 1, tumor ganas berada pada lapisan dalam rongga lambung dan menyebar ke kelenjar getah bening sekitarnya.

Pada stadium 2, kanker sudah menyerang ke lapisan otot lambung dan menyebar ke kelenjar getah bening.

Stadium 3, seluruh lapisan lambung sudah digerogoti kanker atau banyak pertumbuhan tumor ganas kecil yang menyebar luas ke kelenjar getah bening. Stadium 4, penyebaran kanker lambung pada tahap ini sudah semakin parah dan mencapai organ tubuh lain.

Tumor Bermetastasis di Dalam Lambung

Ilustrasi Kanker | unsplash.com/@nci
Ilustrasi Kanker | unsplash.com/@nci

Aru meminta masyarakat waspada terhadap gejala kanker lambung, seperi nyeri perut, nyeri ulu hati, dan muntah dengan/tanpa darah.

“Masyarakat perlu lebih waspada bahwa terhadap gejala kanker lambung. Jika tidak ditangani sejak dini, maka berpotensi terjadi mutasi yang dapat membentuk tumor di dalam lambung," jelasnya.

"Kondisi ini dapat bermetastasis atau menyebar ke bagian lain di tubuh, misal hati, peritoneum--lapisan tipis dinding perut bagian dalam, hati dan tulang."

Dalam menangani pasien kanker lambung stadium lanjut, Aru menggunakan obat-obatan yang bisa menekan perkembangan tumor. Upaya ini melambat tumor tumbuh.

"Sekarang ini sudah ada obat-obatan yang dapat dipakai untuk menekan, menahan, dan melambatkan pertumbuhan kanker lampung," lanjut Aru.

"Jadi, sekarang (pengobatan) sudah berbeda dengan 10 tahun yang lalu. Selain itu, kombinasi obat tidak cukup satu. Dan soal ini ya pasti harganya mahal."

Infografis 5 Gejala Sakit Kepala Akibat Covid-19

Infografis 5 Gejala Sakit Kepala Akibat Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 5 Gejala Sakit Kepala Akibat Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Simak Video Pilihan Berikut Ini: