YLKI Desak Kepolisian Usut Tuntas Penyebab Ambrolnya Seluncuran Kenpark Surabaya

Merdeka.com - Merdeka.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab ambrolnya seluncuran Kenjeran Park (Kenpark) di Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (7/5). Diketahui, 16 orang yang tengah memakai seluncuran tersebut jatuh dan terluka dalam peristiwa nahas tersebut.

Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi menduga, peristiwa nahas itu terjadi akibat kelalaian dari pihak pengelola yang tidak mengecek ulang kelaikan wahana seluncuran di area wisata tersebut.

"Kepolisian musti mengusut tuntas ambrolnya seluncuran Water Park di kenjeran Surabaya. Karena hal tersebut merupakan keteledoran pihak pengelola, yang tidak mengecek ulang keandalan dan kelaikan teknis area bermain tersebut," kata Tulus kepada wartawan, dikutip Senin (9/5)

Tulus menyampaikan, seharusnya pengelola tempat wisata setempat aktif melakukan pengecekan kelaikan wahana untuk menjamin keselamatan pengunjung. "Apalagi di saat peak season seperti mudik Lebaran," tekannya.

YLKI pun mengimbau seluruh pengelola tempat wisata dan pemerintah daerah untuk mengecek ulang kelaikan wahana bermain pengunjung. Sehingga, peristiwa nahas tersebut tidak terulang kembali.

"Seharusnya para pengelola tempat bermain harus di cek ulang keandalannya, demi aspek keamanan dan keselamatan penggunanya. Hal ini boleh jadi merupakan keteledoran dari pihak regulator/pemda yang abai terhadap pengawasan yang seharusnya dilakukan," tutupnya.

Kronologi Seluncuran Kenpark Surabaya Ambrol Melukai 16 Orang

Sebelumnya, Wahana seluncuran air di kolam renang Kenjeran Park (Kenpark) Surabaya ambrol. Akibatnya, 16 orang menjadi korban dalam insiden itu. Berikut kronologi peristiwa kecelakaan tersebut.

Kepala BPBD Kota Surabaya Ridwan Mubarun menceritakan, kejadian itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.30 Wib. Saat itu, ada laporan warga yang menyebut adanya peristiwa ambrolnya wahana seluncuran air di Kenpark.

"Kejadiannya sekitar pukul setengah dua siang," ujarnya, Sabtu (7/5).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kondisi water park tersebut saat itu sedang ramai pengunjung. Hal itu dikarenakan selain weekend juga masih dalam suasana libur panjang hari raya Idulfitri.

16 orang pun dilaporkan luka-luka. Satu di antaranya bahkan diduga mengalami cedera otak. Sementara sejumlah orang lain menderita patah tulang kaki dan tangan. Mereka pun dirujuk ke dua rumah sakit di Surabaya, yakni RSUD dr Soetomo dan RSUD dr Soewandhi. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel