YLKI Tolak Kebijakan Mobil Murah

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ahmad Sabran

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memprotes kebijakan mobil murah yang diluncurkan pemerintah.

Tulus Abadi, Anggota Pengurus Harian YLKI, mengatakan, YLKI protes keras terhadap PP No. 41/2013 tentang Regulasi Mobil Murah dan Ramah Lingkungan (LCGC).

"Sepintas regulasi ini bagus, dalam konteks pertumbuhan ekonomi, transportasi dan energi. Tapi jika didalami regulasi ini banyak cacatnya," Ujar Tulus, Selasa (30/7).

Ia menjelaskan, secara paradigmatis PP ini cacat, karena seharusnya yang diberikan insentif adalah pengelola angkutan umum, bukan industri otomotif.

Pria yang juga anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta ini menuturkan, dari sisi pemilihan waktu, regulasi ini dinilai tidak tepat karena masih buruknya sarana prasarana transportasi umum.

Sebaliknya, regulasi ini bisa diterima jika sistem transportasi di kota-kota besar sudah memadai dan terintegrasi.

"Regulasi ini terlalu menguntungkan dan memanjakan industri otomotif, dari sisi finansial, klaim murah juga menyesatkan karena membohongi konsumen. Apanya yang murah, jika mobil itu dibeli secara kredit harganya mencapai Rp 140 jutaan. Sementara mayoritas konsumen membeli mobil dengan cara kredit," Tegasnya.

Ia juga mempertanyakan tentang slogan ramah lingkungan. Pasalnya, mobil ini masih menggunakan bahan bakar minyak, dan apalagi BBM bersubsidi. Ia menilai klaim mobil LCGC adalah klaim yang tidak berdasar.

Produk massal terhadap mobil LCGC pada akhirnya akan membuat macet kota-kota besar di Indonesia, terutama Jakarta. APBN juga diperkirakan akan terus jebol karena subsidi BBM akan kian melambung. "Polusi di kota-kota besar juga akan makin memburuk," katanya.

YLKI menduga kuat PP ini disahkan tanpa koordinasi yang jelas antar Kementrian, bahkan aura kolusinya sangat kental, YLKI meminta pemerintah untuk merevisi total PP tersebut, dan menghentikan rencana produksi mobil LCGC. PP ini banyak cacat baik pada konteks paradigmatis, ideologis dan atau substansi," jelasnya.

Baca Juga:

Tata Motors Belum Mau Main di Mobil Murah

Mobil Murah Nissan March Cuma Rp 57 Juta

17 September, Datsun Tampil Perdana di Indonesia

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.