Yogyakarta alihkan uji coba pembukaan destinasi wisata ke GL Zoo

·Bacaan 2 menit

Uji coba protokol kesehatan pembukaan destinasi wisata di Kota Yogyakarta yang semula akan dilakukan di Taman Pintar Yogyakarta dialihkan ke GL Zoo sembari menunggu review dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Yang segera dibuka untuk uji coba adalah GL Zoo karena destinasi wisata tersebut sudah mendapat verifikasi kelayakan penerapan protokol kesehatan," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Jumat.

Selain itu, GL Zoo Yogyakarta juga sudah mendapat sertifikat CHSE (clean, healthy, safe, and environmentally sustainable) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang menjadi syarat uji coba pembukaan destinasi wisata.

Baca juga: ITF: Masyarakat internasional percaya Indonesia destinasi wisata aman

Kedua destinasi wisata tersebut, Taman Pintar dan GL Zoo, lanjut Heroe, sebenarnya sudah mengantongi verifikasi kelayakan protokol kesehatan dari Pemerintah Kota Yogyakarta yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata.

"Secara umum, Taman Pintar pun sudah memiliki standar protokol kesehatan yang baik. Hanya saja, di dalam PPKM perlu mendapat review dari Kemenparekraf. Ditunggu saja, mudah-mudahan bisa segera dibuka," katanya.

Untuk destinasi wisata lain yang belum memiliki sertifikat CHSE dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, diminta untuk segera mengurus sertifikasi tersebut meskipun sudah memperoleh verifikasi protokol kesehatan dari Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.

"Pada masa pandemi dan PPKM seperti sekarang ini, CHSE menjadi syarat untuk membuka destinasi wisata. Saya minta, semua industri jasa pariwisata untuk segera memproses CHSE," katanya.

Baca juga: Pemkab Banyuwangi jadwalkan buka pariwisata mulai 10 September 2021

Dengan demikian, lanjut dia, apabila kegiatan pariwisata sudah kembali dibuka secara penuh, maka seluruh destinasi wisata termasuk industri jasa pariwisata di Kota Yogyakarta sudah siap.

Sementara itu, Marketing GL Zoo Yosi Hermawan mengatakan, meski sudah ditunjuk sebagai salah satu tempat uji coba penerapan protokol kesehatan pembukaan destinasi wisata, namun belum mendapat kejelasan mengenai waktu pelaksanaannya.

"Untuk pembukaan destinasi wisata kami belum tahu akan dilaksanakan kapan. Masih menunggu arahan berikutnya," katanya.

Saat ini, manajemen kebun binatang tersebut juga sedang menunggu QR Code yang nantinya bisa dipindai oleh pengunjung melalui aplikasi Peduli Lindungi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel