Yogyakarta optimalkan sumur resapan air hujan tangani genangan

Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta mengoptimalkan fungsi sumur resapan air hujan untuk menangani genangan yang berpotensi muncul saat musim hujan.

“Sumur resapan air hujan ini kami buat di saluran drainase,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Kurniadi Rahmawan di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, fungsi pembuatan sumur resapan air hujan di saluran drainase akan meningkatkan kapasitas saluran sehingga mampu menampung air lebih banyak.

Selain itu, sumur resapan tersebut akan memudahkan pekerjaan pelumpuran atau pembersihan saluran sehingga petugas fokus di satu titik saja dan tidak perlu melakukan pelumpuran di sepanjang saluran.

Baca juga: Sumur resapan di Jakarta upaya atasi banjir di lokasi cekung

Baca juga: Jakarta Timur bangun 18 sumur resapan di Pinang Ranti

Sumur resapan air hujan yang dibuat di sepanjang saluran drainase biasanya memiliki spesifikasi berdiameter 90 centimeter dengan kedalaman tiga hingga empat meter dan setiap sumur resapan berjarak 10-15 meter.

Pembuatan sumur resapan sudah dilakukan di Kota Yogyakarta sejak 2012 dan tetap dilakukan untuk meningkatkan kapasitas saluran drainase sekaligus konservasi air tanah.

DPUPKP Kota Yogyakarta mencatat, masih ada sejumlah titik di Kota Yogyakarta yang berpotensi mengalami genangan saat hujan deras atau saat musim hujan, baik di wilayah perbatasan dengan kabupaten lain maupun di dalam kota.

Baca juga: Pemkot Jaktim perbaiki sumur resapan rusak di Cipinang Melayu

Baca juga: Jakarta Timur kebut pengerjaan sumur resapan untuk atasi banjir

Titik genangan di dalam Kota Yogyakarta yang masih kerap muncul berada di kawasan Kotabaru di sekitar Jembatan Gondolayu, sedangkan di daerah perbatasan berada di sekitar Panggung Krapyak. "Untuk di kawasan Kotagede, sudah mulai tertangani,” katanya.

Munculnya genangan saat musim hujan tersebut bukan disebabkan tidak adanya saluran drainase di kawasan tersebut tetapi kondisi saluran air hujan yang tidak lagi mampu menampung air.

“Drainase yang ada biasanya sudah berusia tua sehingga kapasitasnya kecil dan tidak lagi mampu menampung air saat hujan deras. Selain itu, juga disebabkan sedimentasi,” katanya.

Perbaikan drainase menjelang musim hujan, lanjut dia, juga dilakukan seperti di Jalan Magelang serta di kawasan Wirosaban.

Baca juga: Sumur resapan telah dibangun di 266 lokasi di Kepulauan Seribu

Baca juga: Drainase Kotagede Yogyakarta akan dilengkapi 100 sumur resapan

Baca juga: DLH Yogyakarta lanjutkan program sumur resapan di sekolah