Yogyakarta optimistis capai target pertumbuhan ekonomi enam persen

·Bacaan 2 menit

Pemerintah Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), optimistis mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen pada 2021.

"Pada triwulan pertama ini, pertumbuhan ekonomi di DIY sudah mencapai 6,14 persen. Pertumbuhan tersebut juga merepresentasikan pertumbuhan ekonomi di Kota Yogyakarta," kata Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian Kota Yogyakarta Kadri Renggono di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, tren pertumbuhan ekonomi hingga menjelang akhir semester pertama 2021 juga menunjukkan perkembangan yang baik dan sektor telekomunikasi menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta. Daya beli masyarakat pun mengalami peningkatan.

"Selama masa pandemi ini, banyak masyarakat yang memanfaatkan internet untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Makanya, sektor telekomunikasi ini tumbuh sangat pesat," katanya.

Namun demikian, masih ada sejumlah sektor lain yang belum menunjukkan pertumbuhan menggembirakan seperti sektor transportasi dan akomodasi.

Baca juga: Yogyakarta pastikan kesiapan wujudkan "work from Yogyakarta"

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan tren pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik juga harus diiringi dengan peningkatan pelaksanaan protokol kesehatan yang lebih disiplin.

"Yang diharapkan saat ini adalah pertumbuhan ekonomi meningkat dan kasus COVID-19 bisa ditekan," katanya.

Oleh karenanya, lanjut Haryadi, Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pemulihan ekonomi sembari melakukan penanganan kasus, termasuk menyelesaikan program vaksinasi COVID-19.

"Di beberapa daerah, kasus COVID-19 masih fluktuatif akibat libur Lebaran. Untuk di Kota Yogyakarta, harapannya masyarakat tetap menjalankan berbagai kebiasaan baru sebagai bagian dari protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan antisipasi lainnya," katanya.

Sedangkan Sekda Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya mengatakan salah satu upaya pemulihan ekonomi dengan tetap menjaga protokol kesehatan adalah melalui dengan pemanfaatan teknologi digital.

"Fasilitasi penjualan produk secara daring bagi pelaku UKM termasuk pedagang di pasar menjadi salah satu upaya pemerintah untuk pemulihan ekonomi dengan tetap menjaga protokol kesehatan," katanya.

Selain itu, lanjut dia, pelaku UKM di Kota Yogyakarta juga terus dibekali dengan kemampuan digital sehingga bisa mandiri dan menjual produk secara daring. "Digitalisasi sudah menjadi kebutuhan di masa sekarang dan harus dikuasai oleh pelaku UKM," katanya.

Baca juga: Pemda DIY siap berkolaborasi dukung "Work From Yogyakarta"
Baca juga: Yogyakarta buka kesempatan bagi swasta investasi pengelolaan parkir