Yogyakarta pastikan aturan skuter listrik Malioboro segera tuntas

Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan akan segera menyelesaikan penyusunan peraturan wali kota sebagai tindak lanjut Surat Edaran Gubernur DIY perihal larangan penggunaan skuter atau otoped listrik dan kendaraan sejenis lainnya di sepanjang sumbu filosofi.

"Dalam waktu dekat ini harus selesai. Setidaknya akhir Juli sudah selesai atau lebih cepat akan lebih baik lagi," kata Penjabat Wali Kota Yogyakarta Sumadi di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, penyusunan peraturan wali kota tersebut untuk menegaskan kembali isi Surat Edaran Gubernur DIY Nomor 551/4671 Tahun 2022 yang berisi larangan operasional skuter, otoped listrik, dan kendaraan sejenis lainnya di sepanjang Jalan Malioboro, Margo Utomo, dan Margo Mulyo.

"Isi peraturan wali kota tidak akan berseberangan dengan SE Gubernur DIY karena dalam Peraturan Menteri Perhubungan pun sudah ada larangannya," katanya.

Bahkan, lanjut Sumadi, dalam peraturan wali kota tersebut akan mengatur mekanisme pemberian sanksi apabila terjadi pelanggaran.

"Pembahasan masih terus berjalan. Secepatnya akan kami terbitkan. Bagaimanapun juga peraturan ini ditujukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung," katanya.

Sementara itu, bagi pelaku usaha persewaan skuter atau otoped listrik, Sumadi meminta untuk tidak melanggar aturan yang berlaku dan menyebut bahwa pemerintah daerah akan mencoba mencarikan jalan keluar.

Ia menyebutkan salah satunya dengan menyiapkan kawasan khusus untuk operasional skuter dan otoped listrik sehingga pengguna maupun masyarakat umum tetap aman dan nyaman.

Salah satu kawasan yang dimungkinkan, lanjut Sumadi, adalah Kotabaru.

“Dalam diskusi juga mengarah ke Kotabaru. Ini menjadi salah satu solusi yang ditawarkan pemerintah," katanya.

Sebelumnya, penggunaan skuter dan otoped listrik kembali marak di Malioboro dan saat ini sudah ada spanduk larangan untuk memberikan informasi kepada pengguna bahwa kawasan Malioboro, Margo Utomo, dan Margo Mulyo adalah kawasan yang harus steril dari skuter listrik.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X juga meminta agar penegakan aturan dengan tegas karena sudah ada aturan larangan skuter atau otoped listrik di sumbu filosofi.

Baca juga: Satpol PP DIY pasang rambu larangan skuter listrik di Malioboro
Baca juga: Penjualan skuter listrik Bajaj Chetak tembus 14 ribu unit

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel