Yogyakarta pastikan keamanan pangan jelang Natal dan Tahun Baru 2021

Ahmad Wijaya
·Bacaan 1 menit

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta melakukan pemantauan ke sejumlah toko modern dan swalayan di kota tersebut untuk memastikan keamananan bahan pangan menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2021.

“Kami lakukan pengecekan, khususnya mengenai tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasan. Dari pemantauan yang kami lakukan, masih ada temuan kemasan rusak,” kata Pelaksana Tugas Kepala Seksi Bimbingan Usaha Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Joko Prihantoko di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, kemasan yang rusak akan mempengaruhi kualitas produk makanan bahkan merusak bahan pangan sehingga bisa memberikan dampak buruk terhadap kondisi kesehatan konsumen jika dikonsumsi.

“Kami tidak ingin kondisi tersebut terjadi sehingga pemantauan diintensifkan menjelang libur Natal dan Tahun Baru saat permintaan bahan pangan meningkat,” katanya.

Pengelola toko atau swalayan diminta langsung menarik bahan pangan yang sudah kedaluwarsa atau kemasan rusak.

“Dalam pengawasan ini, kami melibatkan Satuan Intel Ekonomi Polresta Yogyakarta. Bukan untuk menakut-nakuti pemilik toko tetapi kami ingin memastikan keamanan bahan pangan yang dijual,” katanya.

Pandemi COVID-19 yang berlangsung cukup lama, sekitar delapan bulan, lanjut dia, juga berpotensi meningkatkan jumlah temuan bahan pangan yang sudah kedaluwarsa atau kemasan rusak.

“Peredaran bahan pangan tidak secepat saat sebelum terjadi pandemi, akibatnya stok menumpuk sehingga dimungkinkan banyak bahan pangan yang kedaluwarsa atau kemasan rusak,” katanya.

Kondisi tersebut, lanjut Joko, disebabkan permintaan kebutuhan pangan khususnya makanan kemasan cenderung mengalami penurunan di masa pandemi COVID-19 karena masyarakat lebih mementingkan pemenuhan kebutuhan di bidang kesehatan.

“Banyak yang lebih mementingkan pemenuhan kebutuhan kesehatan karena tidak ada yang tahu sampai kapan pandemi ini akan berakhir,” katanya yang menyebut terjadi penurunan konsumi hingga sekitar 50 persen jika dibanding tahun sebelumnya.

Hasil pemantauan keamanan bahan pangan tersebut kemudian akn dilaporkan ke Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) Kota Yogyakarta.

Baca juga: Konsumen diimbau waspadai produk kedaluwarsa saat normal baru
Baca juga: Cara membaca label kedaluwarsa