Yogyakarta pastikan sampah tak luber meski TPA Piyungan tutup dua hari

Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta memastikan tidak akan terjadi luberan sampah hingga ke jalan di sejumlah depo maupun tempat pembuangan sampah sementara meskipun Tempat Pembuangan Akhir Piyungan ditutup selama dua hari.

“Rencana penutupan tersebut sudah disampaikan sejak jauh hari. Penutupan dilakukan pada Jumat-Sabtu, 16-17 September 2022, dan sudah ada sosialisasi ke masyarakat melalui wilayah,” kata Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Ahmad Haryoko di Yogyakarta, Kamis.

Penutupan dilakukan untuk penataan dan pembuatan area unloading sampah. Operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan akan dibuka kembali pada Minggu (18/9).

Baca juga: Yogyakarta imbau warga libur buang sampah ke TPS setiap Ahad

Menurut Haryoko, meskipun ditutup selama dua hari, DLH Kota Yogyakarta masih memiliki kesempatan untuk membuang sampah, masing-masing 10 truk pada Jumat (16/9) dan Sabtu (17/9), sehingga akan ada pengurangan sampah di depo maupun tempat pembuangan sampah sementara.

“Ada kebijakan khusus untuk Kota Yogyakarta karena kami diminta membantu proses penataan TPA dengan pengurukan sampah. Truk sampah kami dipinjam untuk pengurukan. Jadi sekalian saja membawa sampah,” katanya.

Setiap truk sampah memiliki kapasitas mengangkut sekitar empat ton sampah. “Jadi, masih ada kesempatan membuang sekitar 40 ton sampah per hari saat TPA Piyungan ditutup,” katanya.

Baca juga: Yogyakarta hadapi potensi darurat sampah

Menurut dia, meskipun pengurangan tersebut belum signifikan dari total volume sampah yang dibuang ke TPA Piyungan setiap hari, sekitar 260 ton, tetapi dapat mengurangi potensi luberan sampah.

“Setidaknya, depo atau tempat pembuangan sampah sementara di tepi jalan umum tidak akan penuh sampah atau sampah sampai luber ke jalan,” katanya.

Rata-rata, menurut dia, pengangkutan sampah dari Kota Yogyakarta ke TPA Piyungan dilakukan dalam 73 rit per hari, baik dari armada milik DLH Kota Yogyakarta, swasta, maupun dari Dinas Perdagangan untuk mengangkut sampah pasar.

Baca juga: Yogyakarta mendorong masyarakat mengelola sampah secara mandiri

Namun demikian, Haryoko tetap berharap masyarakat dapat mengurangi atau tidak membuang sampah terlebih dulu ke depo agar kapasitas depo tidak meluap.

Sebelumnya, DLH Kota Yogyakarta juga sudah mengeluarkan surat edaran untuk masyarakat agar libur membuang sampah ke depo atau tempat pembuangan sampah sementara setiap hari Minggu.