Yogyakarta rutin lakukan disinfeksi di Malioboro selama libur Lebaran

Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan pencegahan penularan COVID-19 pada masa libur Lebaran 2022 di kawasan utama wisata Malioboro dengan disinfeksi secara rutin setiap sore hari.

“Disinfeksi rutin kami lakukan setiap sore hari sekitar pukul 15.00 WIB selama satu jam,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta Ekwanto di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, penyemprotan disinfektan tersebut dilakukan di sepanjang pedestrian Jalan Malioboro serta di sentra relokasi pedagang kaki lima yaitu di Teras Malioboro.

Ekwanto mengatakan, penyemprotan disinfektan saat libur Lebaran baru dilakukan untuk pertama kalinya tahun ini dengan harapan dapat mencegah potensi penularan COVID-19.

Baca juga: "Jogoboro" dilibatkan bantu awasi prokes libur Lebaran di Yogyakarta

Ia menyebut, keramaian pengunjung di kawasan Malioboro selama libur Lebaran mengalami kenaikan sehingga perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi penularan virus.

Meskipun sudah melakukan upaya pencegahan penularan virus, namun Ekwanto juga meminta agar pengunjung di kawasan Malioboro dapat menjalankan protokol kesehatan dengan baik, terutama memakai masker dengan benar.

“Petugas kami di lapangan pun berupaya semaksimal mungkin menerapkan protokol kesehatan dengan pengecekan suhu tubuh wisatawan yang masuk Malioboro,” katanya.

Ia pun sudah meminta petugas keamanan Malioboro, Jogoboro, untuk selalu mengingatkan pengunjung agar menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker secara benar dan mengurai kerumunan.

Baca juga: Wisatawan diminta tidak parkir di sepanjang Jalan Malioboro

Penerapan jalan searah untuk tiap sisi pedestrian juga diupayakan diterapkan agar semua pengunjung berjalan ke arah yang sama sehingga tidak saling berpapasan.

Kawasan Malioboro diperkirakan akan terus dipadati pengunjung dan mencapai puncaknya pada akhir pekan ini. “Pengunjung ke Teras Malioboro bisa mencapai 30.000 orang per hari,” katanya.

Keramaian wisatawan yang datang ke Malioboro, lanjut Ekwanto, sekaligus memecahkan anggapan pedagang kaki lima yang khawatir tidak laku berjualan apabila dipindahkan ke lokasi baru.

Baca juga: Ribuan wisatawan padati Malioboro petugas lebih leluasa urai kerumunan

“Buktinya puluhan ribu orang datang ke Teras Malioboro 2. Pedagang kaki lima masih dicari oleh pengunjung meskipun sudah direlokasi,” katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel