Yogyakarta-Solo bersepakat kembangkan kawasan aglomerasi

·Bacaan 1 menit

Pemerintah Kota Yogyakarta, DIY, dan Solo, Jawa Tengah, bersepakat mengembangkan kawasan aglomerasi yang ada di masing-masing daerah.

"Ini kesepakatan, bukan pemahaman. Intinya, Pemerintah Jogja bersepakat dengan Pemkot Solo untuk mengembangkan kawasan berbasis pariwisata, ekonomi, dan sport (olahraga). Sama-sama sebagai kota pariwisata," kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti usai menandatangani kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama bidang pariwisata di Bale Tawangarum Kompleks Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu.

Ia mengatakan kesepakatan tersebut tidak hanya berhenti pada perjanjian kerja sama tetapi juga akan ditindaklanjuti dengan program konkret dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

"Ada Jogja Solo Great Sale, Marathon Jogja Solo, e-sport kami kembangkan," katanya.

Menurut dia, kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan sebelumnya.

"Pak Gibran (Wali Kota Surakarta) ngendiko kalau kesepakatan saja susah. Makanya, kami tindak lanjuti antarpemerintah melalui OPD, supaya segera mem-follow kesepakatan," katanya.

Ia menargetkan pada November-Desember ini sudah ada tindak lanjut dari kerja sama tersebut. Selain itu, tidak menutup kemungkinan kerja sama tersebut juga akan dilakukan di daerah-daerah lain di kawasan Soloraya.

"Anchor-nya (jangkar) itu Solo, jadi kita mulai dengan Solo. Ini sama dengan Jogja yang jadi anchor-nya empat kabupaten di sekelilingnya. Jadi kita mulai Jogja-Solo dulu," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka berharap terjadi sinergi dan sinkronisasi kalender kegiatan antara Yogyakarta dan Solo

"Kami nggak ingin event kami saling overlapping (tumpang tindih), itu kan imbasnya ke dua kota sekaligus. Kami ingin imbasnya beriringan. Kami ingin kebaikan warga Solo dan Jogja sekaligus untuk men-trigger pertumbuhan ekonomi," katanya.

Baca juga: Layanan "vending machine" KRL Yogyakarta-Solo hadir di enam stasiun
Baca juga: Menko PMK pastikan penyelesaian kawasan kumuh di Solo
Baca juga: Yogyakarta optimalkan aplikasi Sugeng Rawuh di Malioboro

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel