Yoni dan Lingga Kuno Ditemukan di Magelang

TEMPO.CO, Magelang--Sebuah yoni yang diduga  peninggalan Dinasti Sanjaya yang hidup sekitar abad  7-8 Masehi ditemukan di Dusun Wonokoso, Desa Petung, Kecamatan Pakis, Magelang. Yoni ditemukan  beberapa warga sekitar ketika ingin memasang pipa air di sumber mata air Sabrang, yang berjarak  300 meter dari lokasi penemuan. 

Kepala Seksi Sejarah Museum dan Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magelang, Titik Handayani mengatakan yoni yang ditemukan di Dusun Wonokoso diduga simbol kesuburan zaman hindu. "Lingga simbol pria dan yoni simbol wanita,"kata Titik di sela-sela melakukan peninjauan yoni, Selasa, 9 April 2013. 

Menurut Titik, yoni tersebut berukuran luas sisi 63x64 sentimeter persegi serta memiliki ketinggian 50 sentimeter. Panjang sisi hingga pangkal yoni mencapai 90,5 sentimeter. Lebar pancuran yoni mencapai 19 sentimeter dengan  sisi-sisi lubang berukuran 18x18 sentimeter persegi dan kedalaman lubang sekitar 26 sentimeter. 

Barno, 30, warga Dusun Wonokoso, mengatakan beberapa warga yang membuat saluran air terkejut melihat batu besar yang tengkurap di sungai."Setelah dilihat ternyata bukan batu biasa. Bentuknya aneh,dan kami segera melapor ke aparat desa setempat,"katanya, Rabu, 10 April 2013. Penemuan itu kemudian dilaporkan  ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat pada Sabtu, 6 April 2013 lalu.

Titik mengatakan penemuan ini akan segera dilaporkan di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). Soal yoni sendiri,kemungkinan akan tetap berada di Desa tersebut."Kami akan berkoordinasi dengan aparat desa setempat untuk menjaganya dan merawatnya. Tentu saya, kami tetap melakukan pemantauan,"papar Titik.

Sementara itu, sebuah lingga peninggalan Dinasti Sanjaya abad sekitar 7-8M juga ditemukan di Dusun Trisib, Desa Tampir Wetan, Kecamatan Candimulyo, Magelang. Lingga yang ditemukan di kedalaman 1,5 meter dari permukaan tanah ini memiliki ukuran tinggi 70 sentimeter,lebar 46 sentimeter, panjang 42 sentimeter, dan lingkar 148 sentimeter.  Lingga ini diduga digunakan sebagai batas wilayah.

Titik menjelaskan berdasarkan kesepakatan dengan penemu, Marji (38) dan kepala desa setempat, lingga tersebut akan dijadikan ikon desa."Kami mempercayakan warga untuk menjaganya. Ini sebagai bentuk kepedulian warga untuk menjaga benda cagar budaya,"katanya. Titik juga menuturkan pihaknya akan  memberikan dana  sekitar Rp 500 ribu kepada penemu lingga. Untuk biaya perawatan, setiap tahun akan dianggarkan dana sebesar Rp 120 ribu.

Penemuan macam ini cukup sering terjadi. Pada 2011, benda kuno ditemukan di Pacitan, Jawa Timur. Sementara arca Lingga Yoni pernah ditemukan di Madiun, dua tahun lalu.

OLIVIA LEWI PRAMESTI

Topik terhangat:

Partai Demokrat | Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

Berita Terpopuler:

Kronologi Penangkapan Penyidik Pajak Pargono 

Keluarga Sopir Juke Maut Siap Adopsi Anak Korban

Suap Pegawai Pajak, KPK Tangkap Satu Orang Lagi

Waspada 5 Penyebab Tekanan Darah Rendah

Pembalap Asep Hendro Pekerjakan Pemuda Garut 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.