Yosi Project Pop Penuhi Panggilan Bareskrim soal Kasus DNA Pro

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Personel Grup Band Project Pop Herman Josis Mokalu atau yang akrab disapa Yosi akhirnya memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri, Jumat (22/4) siang ini.

Berdasarkan pantauan merdeka.com, Yosi hadir di lobby Gedung Bareskrim sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung masuk melalui pintu Gedung Awaloedin Djamin.

Datang memakai kemeja putih, penyanyi Grup Band "Ku Bukan Superstar" itu datang memakai kacamata dan masker hitam. Tidak banyak bicara, dia hanya menegaskan jika kehadirannya hanya sebatas saksi.

"Cuma sebagai saksi," katanya.

Kendati cecaran pertanyaan yang dilontarkan awak media, lanjur Yosi, akan dijawab usai menjalani pemeriksaan nanti.

"Nanti ya pas keluar," singkatnya.

Sebelumnya, Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Gatot Repli Handoko membenarkan jika Yosi hari ini akan memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri siang nanti.

"Yosi Project Pop hari ini (diperiksa) jam 13.00 WIB," kata Kombes Gatot kepada wartawan, Jumat (22/4).

Sampai saat ini, Bareskrim Polri terus berupaya mengusut terkait investasi ilegal DNA Pro dengan memanggil sejumlah publik figur. Teranyar penyidik memanggil penyanyi Sri Rossa Roslaina Handiyani atau yang akrab disapa Rossa pada Kamis (21/4) kemarin.

Sehingga tercatat selain Rossa, sampai saat ini sudah ada publik figur yang memenuhi panggilan penyidik diantaranya, Rizky Billar dan Lesti Kejora, serta Ivan Gunawan

Adapula untuk publik figur yang bakal diperiksa juga ada Marcello Tahitoe atau Ello, Virzha, DJ Una, hingga Billy Syahputra yang direncanakan bakal dipanggil sebagai saksi.

Dalam kasus ini, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menetapkan 12 tersangka dalam kasus investasi bodong robot trading platform DNA Pro.

Adapun ke-12 tersangka itu yakni, AB, ZII, JG, ST, FR, FE, AS, DV, RK, RS, RU dan YS. Sementara itu, enam orang diantaranya masih dalam buronan atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Sejauh ini, Polri menyatakan bahwa total kerugian korban dalam kasus investasi bodong robot trading platform DNA Pro mencapai Rp97 miliar. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel