YouTube Hapus Video Berisi Informasi Salah terkait Penggunaan Masker pada Anak

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - YouTube kembali mengambil tindakan tegas dengan menghapus video berisi informasi palsu atau hoaks terkait virus corona Covid-19 dan penggunaan masker.

Kali ini, YouTube menghapus video yang menampilkan diskusi Gubernur Florida, Ron DeSantis dengan ahli radiologi dan mantan penasihat Gedung Putih Scott Atlas, ahli biostatistik Universitas Harvard Martin Kulldorff, ahli epidemiologi Universitas Oxford Sunetra Gupta, dan ekonom Sekolah Kedokteran Stanford Jay Bhattacharya.

Mereka berdiskusi seputar tindakan lain yang diberlakukan untuk mengurangi penyebaran Covid-19 dan penggunaan masker pada anak. Video yang dibagikan oleh stasiun berita WSTB Tampa Bay telah dihapus pada Rabu 7 April 2021 karena melanggar kebijakan perusahaan.

"informasi yang salah tentang Covid-19," ujar juru bicara YouTube, Elena Hernandez dikutip dari washingtonpost.com, Sabtu (10/4/2021).

"Kami menghapus video ini karena berisi konten yang bertentangan dengan konsensus otoritas kesehatan lokal dan global mengenai kemanjuran masker untuk mencegah penyebaran Covid-19," tambah Hernandez.

Diskusi yang berlangsung selama 2 jam itu, DeSantis dan sejumlah panelis menyebut anak-anak tidak perlu menggunakan masker. Sebab hal itu akan mempengaruhi tumbuh kembang anak.

"Anak-anak tidak boleh memakai masker wajah," kata Kulldorff menanggapi pertanyaan DeSantis.

"Mereka tidak membutuhkannya untuk perlindungan mereka sendiri, dan mereka juga tidak membutuhkannya untuk melindungi orang lain," tambahnya.

"Saya pikir itu tidak sesuai secara perkembangan dan tidak membantu penyebaran penyakit. Saya pikir itu sama sekali bukan hal yang benar untuk dilakukan," Bhattacharya menambahkan tentang pemakaian masker untuk anak-anak.

Meski telah dihapus dari YouTube, video diskusi tersebut masih dapat ditonton di saluran Florida, layanan streaming langsung yang didanai negara.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan video pilihan berikut ini: