YouTube Keliru Menutup Kanal Badan Pengawas Suriah

Beirut (AFP/ANTARA) – Penyedia website layanan video terkenal YouTube mengatakan pada Senin bahwa situs tersebut menutup dua akun milik Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah, yang merupakan sumber informasi utama konflik Suriah yang sudah berlangsung selama 21 bulan itu.


“Dengan banyaknya jumlah video dalam situs kami, terkadang kami melakukan kesalahan. Kekeliruan tersebut menyita perhatian kami dan kami segera bertindak cepat untuk memperbaiki video yang dipermasalahkan itu”, kata juru bicara YouTube yang tak ingin disebutkan namanya kepada AFP.


YouTube mengirimkan email kepada Observatorium tersebut pada Minggu yang mengatakan bahwa kanal YouTube "syrianhro" dan "almrsd” telah “melanggar peraturan situs tersebut dengan mempublikasikan video-video yang menjijikkan dan menghina”, kata badan pengawas yang berdomisili di Inggris itu.


Observatorium yang menyebarluaskan YouTube, video kekejaman dari perang sipil berdarah yang dikatakan oleh PBB menewaskan lebih dari 60.000 orang itu, mengutuk penutupan akun tersebut.


“Ini kedua kalinya dalam dua bulan belakangan administrasi situs tersebut menutup kanal Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah”, katanya dalam sebuah pernyataan, yang secara spesifik merujuk pada almrsd.


“Hal itu menuai kritik sebagai “kurangnya pengetahuan administrasi YouTube tentang nilai-nilai video yang dipublikasikan, bahwa media global saat ini bergantung pada video tersebut untuk mengetahui apa yang sedang berlangsung di dunia ini.”


Sejak pemberontakan Suriah dimulai pada Maret 2011, Observatorium itu telah mempublikasikan laporan harian atas kekerasan di seluruh negeri dan memberikan rincian korban yang tewas.


Dengan jaringan yang dimiliki oleh aktivis dan tim medis rumah sakit militer dan sipil yang berbasis di Suriah, menjadi sumber informasi utama dalam setiap peristiwa yang terjadi di dunia, menyebabkan pembatasan yang dibuat oleh media asing.


PBB baru-baru ini melaporkan “penyebarluasan tindak kriminal termasuk perang kriminal” di Suriah sebagai gambaran dan video yang mengerikan dari negara tersebut.


Kedua kanal tersebut sekarang sudah dipulihkan kembali.(mr/ml)





Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.