YouTube Rilis Short di AS, Layanan Pesaing TikTok

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - YouTube menggulirkan layanan video pendek untuk para pengguna yang ada di Amerika Serikat. Tampaknya kehadiran layanan video pendek ini untuk menyaingi dominasi TikTok.

Mengutip laman Reuters, Minggu (21/3/2021), layanan video pendek ini bernama Short. Platform ini memungkinkan pengguna untuk merekam video dengan orientasi vertikal sehingga lebih mobile friendly.

Rekaman video tersebut kemudian juga bisa ditambahi dengan berbagai macam efek dan latar belakang lagu yang didapatkan dari pustaka musik.

"Mulai hari ini dan selama beberapa minggu ke depan, kami secara bertahap memperluas Short beta di Amerika Serikat," kata YouTube dalam unggahan blognya.

YouTube menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan fitur-fitur di Short. Misalnya kemampuan untuk menambah teks pada di berbagai tempat di video.

Short Telah Digulirkan di India Sebelumnya

Ilustrasi Youtube
Ilustrasi Youtube

YouTube menggulirkan fitur ini di India pada September tahun lalu, tepatnya setelah TikTok diblokir.

Menurut YouTube, kini Short telah memiliki 6,5 juta views per hari di tingkat global.

Di Indonesia, layanan video pendek Short juga sudah hadir dalam versi Beta. Fitur ini memungkinkan pengguna mengunggah video pendek dengan orientasi portrait di platform YouTube.

Pengguna YouTube bisa menemukan menu Short Beta di aplikasi YouTube mereka pada tampilan menu Home. Selanjutnya, pengguna bisa menscroll hingga menemukan Short Beta.

Pada Short Beta, pengguna akan dapat melihat unggahan-unggahan video pendek dari akun-akun yang mereka subscribe.

Short

Ilustrasi Youtube (Liputan6.com/Sangaji)
Ilustrasi Youtube (Liputan6.com/Sangaji)

YouTube baru saja mengumumkan fitur baru di platformnya dengan nama Shorts. Sesuai namanya, fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengunggah video pendek di platform YouTube.

Fitur anyar ini disebut mirip dengan TikTok, sebab video yang ditampilkan secara portrait. Namun seperti dikutip dari GSM Arena, Selasa (2/3/2021), fitur ini baru tersedia di Amerika Serikat, dan pengguna global diperkirakan akan menyusul dalam waktu dekat.

Saat ini, fitur Shorts sendiri masih dalam tahap Beta, sehingga belum seluruh pengguna di Amerika Serikat bisa menjajalnya. Hanya perusahan diketahui sudah menguji coba fitur ini dalam 12 bulan terakhir.

Sebagai informasi, video pendek memang tengah naik daun dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah TikTok yang kini dilaporkan berhasil mencapai 1 miliar pengguna aktif bulanan.

Selain YouTube, Instagram juga diketahui telah menghadirkan fitur serupa TikTok, yakni Reels. Fitur ini hadir pertama kali pada Agustus 2020 dan memungkinkan pengguna membuat video berdurasi 15 detik.

(Tin/Isk)