YouTuber Sunny Dahye Laporkan Puluhan Haters ke Polres Jakut

·Bacaan 2 menit

VIVAYouTuber Korea Selatan, Sunny Dahye, melaporkan lebih dari 10 akun media sosial. YouTuber yang fasih berbahasa Indonesia itu, melaporkan para haters-nya atas dugaan pelanggaran UU ITE ke Polres Jakarta Utara.

Hal ini berawal dari unggahan akun Instagram @sunnyisaliar2, pada 14 Agustus 2021 lalu. Akun tersebut mengunggah sejumlah percakapan Direct Message (DM) dari orang yang mengaku dekat dengan Sunny Dahye.

DM-DM itu berisi pengakuan dari teman hingga mantan editor konten Sunny Dahye. Mereka mengungkapkan, Sunny menyebut penonton Indonesia bodoh dan miskin.

Tidak hanya itu, unggahan akun tersebut juga menuding konten-konten dari wanita yang tumbuh besar di Bali itu, telah membohongi masyarakat Indonesia.

Atas dasar itulah, Sunny akhirnya memutuskan untuk melaporkan akun-akun tersebut. Pelaporan itu dilakukan melalui manajer Sunny Dahye, yang didampingi pengacara Dito Sitompul dan Filipus Sitepu.

"Kami mendampingi manajer dari Sunny Dahye untuk melaporkan atas adanya dugaan tindak pidana UU ITE, pasal 27 ayat 3 dan 4. Yaitu pasalnya terkait penghinaan di media elektronik maupun pencemaran nama baik dan juga ada ancaman kekerasan pada client kami," ujar Dito Sitompul di YouTube KH Infotainment, dikutip VIVA, Senin 23 Agustus 2021.

Dito menambahkan, hal tersebut dilakukan untuk menimbulkan efek jera pada pemilik-pemilik akun tersebut.

"Kita berharap nantinya dari Polres bisa segera menangkap para pelaku yang telah menggunakan akun-akun media sosial ini untuk mem-bully maupun menyebarkan berita-berita yang tidak benar pada klient kami," lanjut Dito.

Filipus Sitepu turut menjelaskan bahwa akun-akun tersebut telah menyebarkan berita bohong. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan pengancaman terhadap Sunny Dahye.

"Kemudian akun-akun ini juga mengatakan kalau klien kami pembohong, dia akan membuka kebusukan-kebusukannya segala macam. Kemudian, akun-akun yang seperti akun gosip itu mengambil terus meng-upload ulang sehingga masyarakat membaca. Dan setelah itu timbul kebencian kepada Sunny Dahye," tuturnya.

"Nah, yang begini ini ada ribuan, yang akhirnya membenci Sunny Dahye. Kemudian mereka menyerbu seluruh akunnya. Akhirnya timbul persepsi bahwa Sunny melakukan itu. Padahal kan ini masih satu sisi. Tidak bisa kita mengatakan bahwa ini benar ceritanya. Makanya kita mau membantah ini semua dengan melaporkan akun ini," kata Dito melanjutkan.

Akibat peristiwa itu, Dito Sitompul mengatakan, mental Sunny Dahye turut terganggu.

"Dengan adanya peristiwa ini membuat mental klien kami yang saat ini sedang dalam keadaan duka, ditambah lebih hancur dengan keadaan seperti ini," tandas Dito Sitompul.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel