Yuk Ajak Si Kecil Masak Sahur Bareng, Manfaatnya Beragam Lho

Tasya Paramitha, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ibadah puasa akan segera dijalani oleh umat muslim di seluruh dunia menjelang bulan suci Ramadhan. Namun, tak sedikit orangtua yang merasakan tantangan untuk mengajak rutinitas sahur bagi anak-anaknya.

Dituturkan psikolog, Ayoe Sutomo, M.Psi., dalam acara virtual #MomenNutella, sahur akan lebih menyenangkan bagi si kecil apabila ikut terlibat di dalam prosesnya, termasuk memasak. Ayoe menganjurkan agar orangtua bisa memberikan bahan dengan tekstur yang berbeda saat hendak memasak sahur.

"Mengolah dengan tepung halus dan tepung roti, itu stimulasi sensori juga dengan anak megang-megang benda lembut dan kasar. Anak-anak bisa bantuin proses mengadonnya, tapi kalau masak tetap ibunya aja," ungkap Ayoe.

Memasak bersama si kecil saat sahur, juga menambah kehangatan dalam komunikasi keluarga. Di dalamnya pun, beragam stimulasi dapat diberikan seperti kognitif, sensorik, hingga emosi.

"Dari malam sebelumnya ngobrol mengenai mau masak apa, itu stimulasi kognitif. Pisangnya mau berapa, bangun jam berapa, itu stimulasi berpikir. Lalu pisangnya juga dipipihkan, itu stimulasi sensorik," jelas Ayoe.

"Ada beragam bahasa, lalu latih anak untuk ungkapkan pendapat sehingga anak jadi lebih percaya diri," tambah Ayoe.

Stimulasi emosi yang dibangun dengan membentuk kepercayaan diri anak bisa didapat saat si kecil diberi apresiasi usai membuat masakannya. Terlebih, itu dapat membantu bonding atau kedekatan antara ibu dan anak sehingga membuat anak lebih bahagia.

"Itu fundamental banget bisa didapat dari masak sahur 7 menit. Saat anak merasa happy, ajarkan apa saja jadi lebih mudah. Apalagi di bulan Ramadhan, ajarkan soal berbagi akan lebih baik," bebernya.