Atur Keuangan Lebih Matang di Masa New Normal, Yuk Awali dengan 5 Langkah Cerdas

Liputan6.com, Jakarta Kini pemerintah mulai menerapkan kebijakan new normal. Cara ini pun dianggap sebagai adaptasi baru di tengah pandemi COVID-19 yang angka kesembuhannya di Indonesia makin meningkat.

Guna menerapkan imbauan tersebut, masyarakat bukan saja perlu menjalani new normal dengan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah, tetapi juga perlu menata kembali keuangan pribadi dan keluarga.

Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat selama di rumah saja, nggak sedikit masyarakat yang terdampak perekonomiannya.

Itulah kenapa penting untuk kembali membangun keuangan pribadi dan keluarga, agar tetap bisa bertahan di masa yang masih belum pasti ini. Lantas, bagaimana mengatur keuangan yang lebih matang di masa new normal?

1. Evaluasi Lagi Pengeluaran

Kebutuhan saat di rumah saja bisa jadi akan berbeda, saat kamu mulai kembali bekerja di masa new normal ini. Paling nggak, kebutuhan seperti membeli masker, handsanitizer, disinfektan, sarung tangan, hingga vitamin dan kebutuhan penunjang kesehatan lainnya akan bertambah.

Di sinilah pentingnya mengevaluasi kembali pengeluaran. Mudahnya, kamu bisa mengecek lagi, kebutuhan apa yang sekiranya bisa dihilangkan sementara waktu, sehingga dana yang tersedia bisa dialihkan untuk kebutuhan baru yang lebih penting.

2. Tambah Jumlah Pemasukan

Jika Memungkinkan Lebih lanjut, di masa new normal ini barangkali pengeluaran akan bertambah. Misalnya karena harus pulang pergi ke kantor, sehingga perlu mengalokasikan dana untuk transportasi.

Jika memang memungkinkan, tambah jumlah pemasukan dengan mencari penghasilan baru. Misalnya, kalau kamu dan pasangan punya hobi masak, bisa mencoba jualan kue kering, yang bisa dipasarkan secara online maupun ke teman-teman kantor.

3. Hindari Membuka Cicilan Baru

Di tengah situasi yang masih belum bisa dipastikan sepenuhnya seperti saat ini, sebaiknya menghindari untuk menuruti sifat konsumtif.

Sebut saja belanja pakaian atau barang-barang yang sebetulnya bukan termasuk kebutuhan pokok. Kendati ada fasilitas cicilan misalnya, tetapi membuka cicilan baru bakal menambah beban perekonomian pribadi maupun keluarga.

Jadi, fokuslah melunasi cicilan lama, dan jika memang bisa membayar tunai untuk barang yang memang benar-benar dibutuhkan, hindari membuka cicilan baru untuk sementara waktu.

 

4. Tetap Sisihkan Uang untuk Dana Darurat

Atur keuangan. Photo Unsplash/Josh Appel

Sebaliknya, daripada membelanjakan uang untuk kebutuhan sekunder apalagi tersier, akan lebih baik jika bisa kamu sisihkan untuk menabung.

Kamu bahkan bisa banget menyisihkannya untuk menambah pundi-pundi dana darurat. Bagaimanapun nggak ada yang tahu, hal buruk apa yang bakal terjadi di masa depan, apalagi di tengah pandemi.

Dengan dana darurat yang memadai, keluarga yang ditinggalkan kelak masih bisa bertahan, paling nggak selama beberapa waktu hingga mampu menemukan sumber pendapatan baru.

5. Jangan Lupa Siapkan Perlindungan Jiwa

Sebagai pelengkap, jangan lupa menyiapkan perlindungan jiwa yang tepat ketika mengatur keuangan lebih matang di masa new normal ini.

Bukannya berpikiran buruk, tetapi cobalah berpikir realistis, seperti siapa yang harus menghidupi keluarga, melunasi cicilan dan utang jika kehilangan tulang punggung utama secara tiba-tiba?

Nah, asuransi jiwa dapat menjadi pilihan perlindungan tambahan disertai beragam manfaat optimal untuk membantu kesejahteraan keluarga di masa depan, terutama ketika terjadi risiko meninggal dunia.

Asuransi jiwa ini sendiri dapat kamu pilih sesuai kebutuhan. Apabila membutuhkan asuransi jiwa yang simpel dan mudah dipahami untuk memberikan perlindungan kesejahteraan keluarga yang dicintai, kamu bisa mengandalkan Asuransi Jiwa Syariah PRUCinta (PRUCinta) yang dipersembahkan oleh Prudential Indonesia.

Melalui PRUCinta, dengan membayar kontribusi selama 10 tahun, kamu bisa mendapatkan masa kepesertaan hingga 20 tahun dengan manfaat berupa santunan meninggal dunia berupa 100 persen Santunan Asuransi atau hingga 400 persen apabila meninggal karena kecelakaan sebelum usia 70 tahun dalam periode 6 minggu sejak tanggal 1 Ramadan yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Selain itu, kamu bisa mendapatkan nilai tunai saat jatuh tempo setara dengan 100 persen kontribusi yang dibayarkan sesuai Nilai Tunai pada Polis PRUCinta apabila tidak terjadi risiko selama masa kepesertaan.

PRUCinta juga mempertegas komitmen Prudential Indonesia dalam menghadirkan berbagai inovasi dan solusi berbasis syariah untuk semua (Sharia for all).