Yuk Ketahui, Bedanya Herd Immunity Lewat Vaksin dan Infeksi

Hardani Triyoga
·Bacaan 1 menit

VIVA – Program vaksinasi COVID-19 yang dicanangkan pemerintah nantinya ditargetkan mencapai minimal 70 persen populasi penduduk yang bertujuan untuk mencapai herd immunity atau imunitas populasi. Namun, sayangnya masih ada disinformasi yang mengakibatkan kesalahpahaman di masyarakat.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Cissy Rachiana Sudjana Prawira-Kartasasmita, menjelaskan herd immunity bisa diperoleh dengan dua skema, yakni imunisasi dan infeksi.

Menurutnya, imunisasi adalah upaya menciptakan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit akibat virus atau bakteri. Pun, infeksi adalah membiarkan virus atau bakteri menyebar ke semua orang tanpa membentuk imunitasnya.

Dia bilang, imunisasi lebih dianjurkan ketimbang melalui infeksi.

“Tidak bisa kita begitu saja (melakukan skema infeksi), ruginya akan banyak, belum yang meninggalnya, penyakitnya menjadi berat, rumah sakit menjadi penuh, alat-alat tidak cukup, kalau melalui infeksi. Jadi yang selalu dianjurkan adalah melalui imunisasi. Kalau imunisasi bisa dilakukan massal," ujar Cissy dalam Dialog Produktif 'Mendalami Vaksin dan Imunisasi' di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa, 27 Oktober 2020.

Dia mengingatkan lagi herd immunity melalui infeksi sangat tidak dianjurkan. Apalagi di era pandemi COVID-19 saat ini.

Pun, hal ini disebabkan juga oleh tingkatan penularan virus yang berbeda-beda. Sementara itu, COVID-19 termasuk dalam kategori penularan tingkat tinggi.

Seperti diketahui, saat ini kasus COVID-19 di Tanah Air masih tinggi. Untuk itu selalu patuhi protokol kesehatan dan lakukan selalu 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Jauhi Kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun.

#ingatpesanibu
#jagajarak
#pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
#satgascovid19

Baca Juga: Libur Panjang, Satgas COVID-19 Minta Masyarakat Jauhi Kerumunan