Yuk, Lakukan 10 Langkah Ini demi Merawat Bumi

·Bacaan 8 menit

Liputan6.com, Jakarta Cuaca ekstrem sekarang ini sering terjadi di beberapa belahan bumi. Mulai dari adanya hujan yang terjadi dalam intensitas tinggi sehingga membuat daerah tersebut mengalami banjir.

Selain itu di beberapa daerah pun sering terjadi kebakaran hutan. Banjir dan kebakaran hutan seperti itu merupakan hal yang pasti terjadi sebagai respon dari bumi ini karena manusia tidak memperlakukannya secara baik-baik.

Saat Anda menetapkan sebuah resolusi untuk tahun baru – tahun 2021 – cobalah juga untuk membuat resolusi yang berhubungan dengan menjaga planet bumi ini, bukan hanya resolusi kesehatan atau kecantikan.

Dengan Anda menjaga bumi, tentu akan sangat berdampak pada semua orang yang tinggal di planet ini. Tentunya cara-cara tersebut pun merupakan cara positif.

Anda bisa melakukan cara-cara yang tidak sulit alias cara ini sangat sederhana untuk dapat mengurangi, menggunakan kembali, serta mendaur ulang barang sehari-hari. Hal seperti itu tentu termasuk dalam sikap untuk menjaga bumi agar terus dalam keadaan baik-baik saja.

Melansir laman CNN, Senin (29/3/2021), berikut ini langkah-langkah yang bisa dijadikan resolusi untuk membuat Anda lebih menjaga bumi di tahun 2021.

1. Gunakan wadah alumunium

Menurut Pusat Daur Ulang Aksi di Colorado, mendaur ulang satu alumunium ternyata dapat menghemat energi yang cukup bahkan mampu menyalakan televisi hingga tiga jam.

Di Amerika Serikat sendiri, jumlah energi yang dihemat pada saat ini dalam satu tahunnya dari daur ulang kaleng alumunium dapat menerangi seluruh Kota Denver selama lebih dari 10 tahun.

Hal itu menunjukkan alumunium dapat didaur ulang tanpa batas sehingga menjadikannya sebagai wadah yang ideal.

Faktanya, sebanyak 75 persen dari semua alumunium yang pernah diproduksi di AS khususnya, masih digunakan sampai saat ini. Karena itu, alumunium merupakan satu-satunya bahan dalam aliran pembuangan konsumen yang membayar lebih dari biaya pengumpulannya sendiri.

Menurut Asosiasi Alumunium, orang Amerika dapat membuang lebih dari USD 700 juta kaleng alumunium setiap tahunnya. Melihat hal tersebut, akhirnya mereka memikirkan seberapa besar dampaknya yang akan terjadi jika mendaur ulang lebih banyak kaleng-kaleng tersebut.

Action Recycling menunjukkan bahwa jumlah alumunium yang dibuang orang Amerika setiap tiga bulannya dapat membangun kembali seluruh armada udara komersial di sana.

2. Tidak menggunakan kantong plastik

Sebetulnya, tidak ada yang tidak suka dengan plastik karena di beberapa barang kebutuhan sehari-hari bahan tersebut menjadi bahan utama pembuatannya.

Barang-barang plastik yang sering digunakan itu, seperti kursi anak, helm sepeda, alat kesehatan, dan lainnya. Plastik yang menimbulkan masalah cukup besar adalah plastik sekali pakai, seperti botol air plastik, sedotan, dan kantong belanjaan.

Untuk itu, hindarilah penggunaan barang-barang yang berbahan plastik sekali pakai dan gunakan barang yang ramah lingkungan, seperti:

a. Botol plastik: Anda dapat menggantinya dengan botol yang bisa digunakan kembali. Gunakan botol plastik sekali pakai hanya dalam keadaan darurat atau saat Anda tidak memiliki akses untuk menggunakan botol yang dapat digunakan kembali.

b. Sedotan plastik: ketika Anda pergi ke sebuah restoran katakan kepada pelayan restoran bahwa Anda tidak menginginkan minum menggunakan sedotan, kecuali Anda memang benar-benar membutuhkannya. Hal itu dapat membantu mengurangi sampah plastik.

c. Kantong belanjaan: Anda dapat menggantikan kantong belanjaan plastik sekali pakai dengan kantong belanjaan yang bisa digunakan berkali-kali.

Saat ini pun, sebagian toko sudah mulai menjual tas belanjaan di toko masing-masing dan tas itu dapat digunakan berulang kali. Anda pun bisa meminta kantong kertas yang mudah didaur ulang atau dibuat kompos.

Dengan melakukan beberapa hal di atas Anda dapat membantu mengurangi sampah plastik khususnya di lautan.

3. Matikan perangkat dan perkakas lain

Tiongkok dan India terlihat lebih hijau (Sumber: Forbes)
Tiongkok dan India terlihat lebih hijau (Sumber: Forbes)

Hampir di seluruh dunia ini setiap orangnya memiliki perangkat, seperti gawai. Dengan alat itu, dengan mudahnya Anda berkomunikasi dengan rekan, keluarga, atau siapa pun baik jarak dekat maupun jauh.

Di masa pandemi seperti ini pun perangkat seperti itu sangat diperlukan bagi hampir setiap orang yang akan bekerja atau belajar dari rumah.

Namun, saat Anda merasa tidak memerlukan untuk menggunakan perangkat, perkakas, atau Anda sedang tidak berada di ruangan, matikanlah semua itu untuk lebih menghemat penggunaan perangkat dan daya di alat elektronik lainnya.

4. Berhemat air saat mencuci piring

Menurut Reckitt Benckiser, perusahaan induk merek Finish mengatakan, di Amerika dapat menghemat hingga 150 miliar galon air dalam satu tahun.

“Itu kira-kira setara dengan 230.000 kolam renang olimpiade,” kata Pedram Javaheri, ahli meteorologi CNN. Jumlah tersebut setara dengan waktu 39.800 tahun yang dibutuhkan untuk terus menerus menjalankan pancuran air agar bisa digunakan.

Perusahaan tersebut memulai dengan gerakan “Skip the Rinse Pledge”. Kampanye tersebut menyatakan bahwa setiap orang telah bersumpah melakukan gerakan tersebut dan Finish telah menyumbangkan sebesar USD 1 kepada Nature Conservancy.

“Alasan adanya itu karena sebagian besar mesin pencuci piring seharga USD 500 atau lebih, memiliki sensor yang dapat menentukan seberapa menyeluruh pencucian diperlukan,” menurut Laporan Konsumen tentang penggunaan mesin pencuci piring secara efisien.

“Pada awalnya Anda mencuci piring dan kemudian memeriksa seberapa kotor piring tersebut di mesin pencuci piring untuk menentukan jumlah waktu dan air yang tepat untuk membersihkan semuanya. Jika Anda sudah membilas sebagian besar kotoran di piring, sensor akan membaca bahwa piring itu sudah bersih.”

Hal itu berarti menunjukkan bahwa piring yang sudah dicuci sebelumnya belum sepenuhnya bersih. Jadi, jika Anda memiliki mesin pencuci piring yang masih bekerja dengan baik, biarkan mesin itu yang melakukannya. Anda tidak perlu mencucinya terlebih dulu kemudian mencucinya lagi di mesin karena itu akan membuang-buang air.

5. Hemat energi di rumah

Anda perlu menyesuaikan termostrat untuk membantu Anda membayar tagihan yang cukup banyak – terutama saat Anda tidak di rumah. Selain membantu mengurangi biaya tagihan, hal itu juga dapat mengurangi penggunaan enegi di rumah Anda.

Beberapa tips lain yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi atau hemat energi saat di rumah adalah dengan menggunakan bohlam lampu yang lebih efisien – menukar bohlam lama. Hal seperti itu bisa membantu Anda menghemat uang dalam jangka panjang.

Bohlam yang efisien itu tentu yang mampu hemat energi. Justru dengan bohlam seperti itu akan mampu memberikan penerangan yang lebih baik sehingga Anda tidak perlu menyalakan banyak lampu. Selain itu, bohlam seperti itu pun dapat bertahan hingga lima kali lebih lama dari lampu biasa sehingga Anda tidak perlu sering menggantinya.

Dengan menambah sekat atau jendela berpanel ganda juga dapat membuat rumah Anda lebih efisien karena pemanas atau AC tidak perlu bekerja terlalu sering.

6. Memilih tanda terima lewat email

Selain mengurangi limbah plastik, Anda juga bisa mengurangi limbah kertas. Salah satu hal kecilnya adalah dengan meminta tanda terima lewat email saat Anda berbelanja.

Saat ini pula telah banyak perusahaan yang menawarkan tanda terima yang bisa dikirim lewat email, bukan melalui kertas. Salah satunya adalah Apple, Macy’s dan Home Depot.

Selain dapat mengurangi limbah kertas, cara itu juga sangat mudah karena Anda tidak harus mencari-cari di meja kerja atau dompet jika memerlukan tanda terima. Anda hanya perlu membuka emailnya.

Cara lain untuk mengurangi limbah kertas juga Anda bisa membayar atau transaksi secara online, jika memungkinkan. Bukan hanya nyaman, beberapa perusahaan pun menawarkan pembayaran otomatis sehingga tidak perlu ada pengingat untuk membayar.

Dengan memastikan masih adanya tagihan lengkap di perusahaan tertentu, nantinya bukti pembayaran bisa dikirim melalui email sehingga Anda dapat memeriksanya.

7. Berkebun

Satu hal yang menarik untuk go green adalah berkebun. Anda dapat membuat taman yang dipenuhi dengan buah dan sayuran, di halaman belakang rumah misalnya. Jika tidak memiliki lahan untuk berkebun, Anda bisa memanfaatkan pot-pot yang bisa ditanam tumbuhan dan ditaruh di halaman rumah. Apa pun itu, Anda bisa memanfaatkan lingkungan dengan berbagai cara.

Sebagai permulaan, setiap kali Anda menanam pohon, bunga, atau tanaman hias, Anda dapat menempatkannya dalam pot yang ada di rumah.

Dengan memperbanyak menanam tumbuhan seperti itu, dapat mengurangi karbon dioksida dan akan menghasilkan oksigen.Dengan berkebun pun, Anda bisa mendapatkan sayuran dan buah-buahan dengan hasil sendiri tanpa harus membeli.

8. Tukar filter kopi dan biji kopi

Pecinta kopi tentu senang dan memiliki ritual harian untuk meminum kopi. Namun, tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan limbah baru yang bertambah. Dengan mengganti filter kopi atau biji kopi sekali pakai dengan yang bahan yang lebih bisa digunakan berkali-kali dapat membantu Anda mengurangi limbah baru.

9. Pertimbangkan bahan untuk pembungkus kado

Beberapa bungkus kado dapat didaur ulang jika tidak menggunakan foil atau glitter. Di samping itu, ada banyak alternatif lain yang bisa digunakan untuk pembungkus kado. Salah satunya adalah keranjang alami. Tidak hanya bentuknya yang cantik, keranjang itu pun mudah dibawa jika Anda memberika barang yang sedikit berat. Selain itu, sobekan kain dan syal juga bisa menjadi alternatif lain untuk pembungkus kado yang menarik. Anda juga bisa menggunakan bahan tersebut sebagai bantalan untuk hadiah.

Namun, jika Anda lebih menyukai tampilan kertas, cobalah tas belanjaan kertas, kertas tisu, halaman kalender lama, atau bahkan koran.

10. Mengubah sampah menjadi kompos rumahan

Kulit pisang, telur, apel, ampas kopi, serta sisa-sisa sayuran akan selalu berakhir di tempat sampah. Namun, manfaatnya belum berakhir karena sisa-sisa tersebut dapat didaur ulang menjadi kompos yang baik untuk tanaman.

Dengan membuat kompos, dapat menurunkan jumlah sampah yang jika tidak diolah hanya akan berakhir sampai di tempat sampah. Selain itu, tanah yang mengandung kompos lebih kaya aka nutrisi yang baik untuk tanaman. Namun, dalam pembuatannya memang Anda harus menahan baunya. Lakukan pengomposan di luar ruangan. Taruhlah kompos tersebut dalam wadah yang tertutup rapat agar ruangan tidak terasa berbau.

Reporter: Aprilia Wahyu Melati