Yuk Mengenali Lebih Dalam Upaya Pencegahan dan Penanganan Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) masih menjadi permasalahan di dunia yang menyebabkan krisis kesehatan, penurunan ekonomi dan berdampak pada seluruh aspek kehidupan. Virus ini merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). SARS-CoV-2 merupakan corona virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia.

Tanda dan gejala umum infeksi COVID-19 antara lain gejala gangguan pernafasan akut seperti demam, batuk dan sesak nafas. Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi sekitar 14 hari. Pada kasus yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernafasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

Untuk memberikan informasi mengenai apa, bagaimana cara pencegahan dan pengobatan Covid-19 maka BPSDM ESDM dan PPSDM KEBTKE menyelenggarakan webinar Jumat (22/1/2021) yang dihadiri 407 peserta dan menghadirkan dr. Muhammad Alkaff, SpPD Spesialis Penyakit Dalam RSUP Persahabatan sebagai narasumber juga dr. Iyan Permana Tim Medis BPSDM ESDM.

Kegiatan ini dilaksanakan karena banyaknya informasi yang beredar di media dan Kepala BPSDM ESDM Prahoro Y.Nurtjahyo menyampaikan “pilah-pilah informasi mengenai Covid dan cari sumber yang terpercaya’’.

Gejala - Gejala Covid-19

Sampai dengan tanggal 21 januari 2021 Kementerian Kesehatan melaporkan 951.651 kasus konfirmasi COVID-19 dengan 27.203 kasus meninggal yang tersebar di 34 provinsi. Kasus paling banyak terjadi pada rentang usia 18-59 tahun dan paling sedikit terjadi pada usia 0-5 tahun. Angka kematian tertinggi ditemukan pada pasien dengan usia 55-64 tahun.

Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Beberapa orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apapun dan tetap merasa sehat. Gejala covid-19 yang paling umum adalah demam, rasa lelah dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, pilek, nyeri kepala, konjungtivitis, sakit tenggorokan, diare, hilang penciuman dan pembauan atau ruam kulit.

Virus ini dapat menular melalui udara masuk ke faring/tenggorokan kemudian saluran napas masuk ke sistemik diseluruh tubuh yang menyebabkan kerusakan multi organ (paru, saluran cerna, jantung, sistem saraf/otak, ginjal, vascular bed.

Penting Konsumsi Multi Vitamin

Dijelaskan lebih lanjut pemeriksaan swab biasanya ada dua tujuan yaitu skrining dilakukan cukup satu kali dan bukan karena berobat, tapi karena hal yang lain seperti tugas keluar kota/daerah, bekerja, traveling. Yang kedua, pro diagnostik berobat bila ada keluhan apapun dan dilakukan dua kali swab.

Covid adalah virus yang menyerang semua organ tubuh terutama paru-paru. Belum ada satu obat definitif atau single pill yang dapat mengatasi covid tetapi kombinasi banyak obat oleh karena itu pencegahan lebih baik dari pada mengobati.

Beberapa pencegahan dapat dilakukan dengan minum vitamin B, C, E dengan dosis standar yang dianjurkan medis, serta vitamin D, zinc dan tidak kalah pentingnya mengkonsumsi makanan yang bergizi, berolahraga dan memenuhi protokol kesehatan yaitu 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan).

(*)