Yuk, Nonton Sandiwara Nyanyi "Malin Kundang" di TIM

Jakarta, C&R Digital - Mengisi liburan sekolah anak-anak tak hanya bisa dilakukan dengan mengajak mereka bermain ke tempat hiburan. Menonton pertunjukan sandiwara juga bisa menjadi alternatif untuk mengisi liburan.

Ada pementasan sandiwara nyanyi “Malin Kundang” di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM) yang digelar pada Sabtu (16/3) dan Minggu (17/3) pukul 16.00 WIB. Sandiwara ini merupakan karya budayawan Remy Sylado yang disutradarai oleh Jose Rizal Manua. Malin Kundang adalah legenda asal Sumatera Barat ini menceritakan tentang anak durhaka yang dikutuk ibunya menjadi batu.

Seperti dilansir situs resmi Taman Ismail Marzuki, Selasa (12/3), sandiwara tersebut akan didukung oleh Niken Flora Rinjani, Gusti Laskar Simatupang, Anindita Prameswari, Fitri Islamiah, Sadam Ramadhan, dan 30 anak-anak lainnya. Yang menarik, sandiwara tidak ditampilkan secara monoton. Selain dialog, ada lagu-lagu yang diselipkan. sebagai pengiring. Sebab itu pertunjukan ini disebut dengan "Sandiwara Nyanyi".

Tujuan yang diharapkan, mengajarkan kepada penontonnya untuk menghormati orang tua. Terutama Ibu yang telah mengandung selama sembilan bulan kemudian melahirkan dengan segenap jiwa raga, bahkan mengorbankan nyawanya untuk sang buah hati.

Sandiwara nyanyi adalah sebuah pertunjukan yang mengembangkan seni peran, seni tari dan menyanyi. Jose Rizal tidak hanya mengemas pertunjukan dengan menarik, tetapi juga membawa nilai moral akan pentingnya menghargai orangtua yang telah merawat kita sedari kecil.

Sandiwara nyanyi Malin Kundang baik untuk ditonton segala usia, memberikan sentuhan nilai moral melalui seni teater. Tentunya dengan bimbingan orang tuanya, anak-anak yang menyaksikan pegelaran ini diharapkan menjadi anak-anak yang patuh dan selalu sayang dan menghormati orangtuanya, terutama Ibu.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.