Yuk, Simak 6 Nama Yang Sukses Mengangkat Trofi Liga Champions saat Menjadi Pemain dan Pelatih : Nomor 4 Jarang Terdengar

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Liga Champions menjadi puncak tujuan para pesepak bola yang berkarier di Eropa. Berada di posisi tertinggi antarklub Benua Biru, membuat Liga Champions, atau dulu Piala Champions, memberi spirit ekstra,.

Tak sekadar raihan nama besar dan mencetak rekor, keberhasilan mengangkat trofi Liga Champions identik dengan sosok legendaris. Yup, karena para pemenang Liga Champions jumlahnya terbatas, maksimal 25 pemain setiap musim, perhelatan ini selalu menuai atensi.

Tak sedikit orang yang sanggup menancapkan dirinya di level tertinggi tersebut, baik sebagai pemain ataupun ketika berstatus melatih tim. Orang-orang istimewa tersebut mendapat kesempatan emas melaluo perjuangan keras.

Dalam sejarah Liga Champions, hanya ada tujuh orang yang pernah mengangkat trofi paling bergengsi di dunia itu sebagai pemain dan saat menukangi sebuah klub. Namun, kita bahas enam pemain saja ya.

Pep Guardiola

Pelatih Barcelona Pep Guardiola mengangkat trofi Liga Champions usai tim asuhannya menundukkan Manchester United 3-1 pada partai final di Wembley Stadium, 28 Mei 2011. AFP PHOTO/CARL DE SOUZA
Pelatih Barcelona Pep Guardiola mengangkat trofi Liga Champions usai tim asuhannya menundukkan Manchester United 3-1 pada partai final di Wembley Stadium, 28 Mei 2011. AFP PHOTO/CARL DE SOUZA

Pria yang kini menukangi Manchester City ini adalah pemain yang menjadi andalan Johan Cruyff saat Barcelona menjuarai Liga Champions pada 1992. Setelah itu, Barca sempat lama absen berprestasi di ajang Eropa.

Pep Guardiola sanggup memberikan dua gelar Liga Champions bagi Barcelona. El Barca meraih trofi bergengsi di era Pep Guardiola, setelah menumbangkan Manchester United di Final Liga Champions tahun 2009 dan 2011.

Frank Rijkaard

Barcelona´s coach Frank Rijkaard attends their Spanish League football match against Murcia at La Nueva Condomina stadium in Murcia, on May 17, 2008. AFP PHOTO/ JOSÉ LUIS ROCA.
Barcelona´s coach Frank Rijkaard attends their Spanish League football match against Murcia at La Nueva Condomina stadium in Murcia, on May 17, 2008. AFP PHOTO/ JOSÉ LUIS ROCA.

Pria asal Belanda ini berhasil memenangi tiga gelar Liga Champions saat masih menjadi pemain. Tiga gelar tersebut diraih saat ia bermain untuk AC Milan di tahun 1989 dan 1990, serta satu lagi bersama Ajax di tahun 1995.

Ketika menjadi pelatih, Frank Rijkaard sukses menambah medali di lokernya setelah berhasil membawa Barcelona menjuarai Liga Champions di tahun 2006. Gelar yang berhasil ia raih ini sebagai juru arsitek klub saat Barca menghadapi tim Meriam London, Arsenal.

Giovanni Trappatoni

Pelatih Irlandia, Giovanni Trapattoni, melarang pemainnya memakan jamur di malam sebelum pertandingan walau tidak bisa menjelaskan alasannya. (AFP/Alexander Klein)
Pelatih Irlandia, Giovanni Trapattoni, melarang pemainnya memakan jamur di malam sebelum pertandingan walau tidak bisa menjelaskan alasannya. (AFP/Alexander Klein)

Ketika masih aktif bermain di lapangan hijau, Trappatoni terkenal sebagai pekerja keras di area tengah. Ia mengoleksi dua gelar Piala Champions saat masih bermain di AC Milan, yakni 1963 dan 1969.

Setelah gantung sepatu, ia melanjutkan karier sebagai pelatih. Pria yang dijuluki Mr. Trap itu tetap menunjukan kualitasnya.

Alhasil, ia membawa Juventus meraih gelar Piala Champions pada tahun 1986. Hal tersebut juga menjadi gelar pertama buat Juventus di ajang Eropa.

Miguel Munoz

Pelath Real Madrid, Miguel Munoz, berada di posisi 9 dengan rasio kemenangan 57,7 persen (41 kemenangan dari 71 pertandingan). (Wikipedia.org)
Pelath Real Madrid, Miguel Munoz, berada di posisi 9 dengan rasio kemenangan 57,7 persen (41 kemenangan dari 71 pertandingan). (Wikipedia.org)

Miguel Munoz menjadi bagian generasi emas Real Madrid pada era 1950-an. Kala itu, Munoz membawa El Real menjuarai Piala Champions edisi 1956, 1957 dan 1958.

Miguel Munoz memutuskan gantung sepatu, lalu ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid. Los Blancos berhasil menjadi jawara Eropa sebanyak dua kali pada 1960 dan 1966.

Selama menukangi Real Madrid, Munoz berhasil memersembahkan sembilan gelar La Liga. Hingga kini nama Miguel Munoz menjadi sosok bersejarah bagi klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu tersebut.

Carlo Ancelotti

1. Carlo Ancelotti - 3 gelar Liga Champions, AC Milan (2003 dan 2007) dan Real Madrid (2014). (AFP/Franck Fife)
1. Carlo Ancelotti - 3 gelar Liga Champions, AC Milan (2003 dan 2007) dan Real Madrid (2014). (AFP/Franck Fife)

Ketika masih menjadi pemain, Ancelotti berstatus gelandang yang mumpuni. Ia menjadi poros tengah AC Milan saat ditukangi Arrigo Sacchi.

Ancelotti berhasil memenangkan dua gelar Liga Champions ketika masih berseragam AC Milan, pada 1989 dan 1990. Saat menjadi pelatih, ia memberikan dua gelar Liga Champions kepada Rossoneri, yakni pada 2003 dan 2007.

Tak berhenti di situ, Carletto juga sukses bersama Real Madrid. Ia mengangkat trofi Liga Champions kala menukangi Real Madrid pada 2014.

Zinedine Zidane

Selama kariernya sebagai pesepak bola, Zidane berhasil mempersembahkan gelar Liga Champions, liga domestik, Piala Eropa, hingga trofi Piala Dunia dan berhasil menyabet Ballon d'Or sebanyak tiga kali. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)
Selama kariernya sebagai pesepak bola, Zidane berhasil mempersembahkan gelar Liga Champions, liga domestik, Piala Eropa, hingga trofi Piala Dunia dan berhasil menyabet Ballon d'Or sebanyak tiga kali. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Zinedine Zidane bertekad menjuarai Liga Champions saat bergabung bersama Real Madrid pada musim panas 2001. Ambisi itu langsung terwujud setahun berselang.

Ia berhasil mencetak gol ke gawang Bayer Leverkusen di Final Liga Champions, sekaligus menjadi modal bagi Real Madrid membawa pulang trofi. Legenda Prancis ini berhasil mencatatkan dirinya sebagai satu-satunya pelatih yang mampu merebut trofi Liga Champions sebanyak tiga kali berturut-turut bareng Real Madrid. (Fabio Nainggolan)

Sumber: Transfermarkt

Video Liga Champions