Yulia Rahman Bernyanyi karena Demian  

TEMPO.CO, Jakarta - Setelah lama dikenal menjadi seorang presenter, Yulia Rahman memberanikan diri untuk terjun ke dunia tarik suara. Keterlibatan Yulia di dunia nyanyi juga atas dorongan sang suami, ilusionis Demian Aditya yang saat ini sedang digugat cerai oleh Yulia. Ibu dua anak ini tak kuasa menahan air matanya ketika menceritakan bagaimana dia bisa pede untuk bernyanyi.

"Ketika ulang tahun pernikahan ke tiga di Jepang, Desember tahun lalu aku bernyanyi di depan Demian. Itu pertama kalinya aku bernyanyi di depan dia," kata Yulia tersenyum. 

Lagu yang bercerita tentang kesedihan itu malah diisi dengan tangisan keduanya. "Dia menyemangati aku untuk terus bernyanyi," terang Yulia.

Tapi wajahnya mendadak memerah menahan kesedihan ketika ada yang  bertanya perihal kehidupan rumah tangganya. Yulia tak menjawab apakah lagu yang diberi judul Ku Tak Mau Begini merupakan refleksi kehidupan rumah tangganya saat ini. 

"Semua enggak ada kaitannya (perceraian). Ini tidak disengaja karena saat itu Yulia hanya ingin bernyanyi saja," kata Ferdy Tahier yang melibatkan diri sebagai produser dan pencipta lagu di album perdana Yulia ini.

Ferdy melihat kemampuan Yulia dalam berolah vokal sehingga kerjasama itu melahirkan sebuah album bertajuk Cerita untuk Dunia yang berisi delapan lagu dengan satu lagu versi orkestra. "Yulia cepat belajar dan dia fokus mengerjakan suatu pekerjaan," kata bintang film Bukan Cinta Biasa ini.

Album ini rampung dalam waktu dua bulan saja. Yulia ingin menunjukkan selama 12 tahun berkecimpung di dunia hiburan dia bisa memberikan yang terbaik. "Ini sebuah bukti kalau aku bukan aji mumpung," kata artis yang berjanji akan menggelar jumpa wartawan besok perihal gugatan cerai yang dilayangkan pagi ini ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

SYIFA JUNITA

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.