Yura Yunita ungkap percakapan batinnya lewat "Tenang"

Ida Nurcahyani
·Bacaan 1 menit

Yura Yunita, penyanyi solo yang terkenal kerap membawakan lagu bertema romansa seperti "Cinta dan Rahasia" serta "Intuisi", baru saja merilis lagu barunya berjudul "Tenang".

Lewat lagu itu, ia mengungkapkan percakapan batin dengan dirinya sendiri.

Baca juga: Yura Yunita masukan unsur budaya di video musik lagu "Hoolala"

"Tak jarang pikiran kita melayang di malam hari. Resah dan gelisah mengiringi ketidakpastian dan pencarian arti kehidupan. Lagu ini berupa doa, curahan rasa, saat berdialog dengan diri sendiri, yang dirindu, dan Sang Pencipta,” ujar Yura dalam keterangannya, Jumat.

Dibuka dengan permainan piano lirih, vokal Yura yang khas dan berkarakter menyuarakan perasaan resah disambung melodi chorus yang penuh harapan.

Suasana lagu kemudian pelan-pelan menanjak dengan instrumentasi anggun hingga iringan paduan suara yang menggetarkan.

Lagu “Tenang” merupakan ajakan untuk sejenak melihat ke sekitar dan dalam diri sendiri untuk menemukan kehendak sekaligus jawaban dari segala pertanyaan di kepala kita.

Dilingkupi ketenangan, berdialog dengan suara hati yang paling dalam diharapkan bisa membuat kita menerima diri sendiri secara utuh.

Yura pun sengaja merilis lagu ini mendekati momen Ramadhan sehingga lagu "Tenang" dapat menemani pendengarnya untuk berefleksi di bulan yang suci itu.

Refleksi diri yang diharapkan memberi rasa teduh dan tenteram dapat mengisi kekosongan yang ada di dalam keriuhan hidup yang padat.

Sementara untuk video musik "Tenang" tengah digarap oleh sutradara berpengalaman Yandy Laurens dan akan dirilis dua minggu lagi.

Video musik itu dibintangi aktor dan aktris ternama seperti Ringgo Agus, Nirina Zubir, Kiki Narendra, dan aktor cilik Gamaliel Eleazar dan Zozo.

Video itu nantinya akan bercerita pergumulan seseorang yang ingin berdamai dengan dirinya sendiri.


Baca juga: Yura Yunita ajak Tulus kolaborasi di lagu "Duhai Sayang"

Baca juga: Yura Yunita berharap "Duhai Sayang" jadi lagu cinta sepanjang masa

Baca juga: Ardhito Pramono bicara Yogyakarta hingga juragan bemo