Yusril Bilang 'Lucu' Soal Usulan Remisi Corby  

TEMPO.CO , Jakarta: Mantan Menteri Hukum dan Perundang-undangan, Yusril Ihza Mahendra, menilai usul pemberian remisi kepada terpidana narkoba, Schapelle Leigh Corby, merupakan hal yang lucu. Soalnya, warga negara Australia itu telah mendapat grasi dari Presiden pada 15 Mei lalu.

"Lucu saja, sudah dikasih grasi, dapat remisi lagi," katanya saat dihubungi Tempo, kemarin.

Corby telah mendapat pengurangan masa hukuman setelah Presiden memberi grasi pada Mei lalu. Hukuman warga Australia yang tertangkap membawa 4 kilogram ganja tersebut berkurang dari 20 tahun menjadi 15 tahun penjara.

Pada Natal tahun ini, nama Corby kembali diajukan untuk mendapat remisi dua bulan. Namun, keputusan remisi Corby belum tentu dilaksanakan karena namanya tak tercantum dalam daftar narapidana penerima remisi Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kerobokan, Denpasar.

Menurut Yusril, kebijakan pemberian remisi ini berpotensi memicu ketegangan antara Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsudin dengan wakilnya, Denny Indrayana. "Kalau menterinya ngasih, nanti diprotes lagi oleh Denny," ujarnya.

Usul remisi bagi Corby disampaikan sebelumnya oleh Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan. »Remisi diberikan karena Corby rajin mengikuti kegiatan gereja di lapas,” ujar Kepala LP Kerobokan I Gusti Ngurah Wiranata, Selasa, 25 Desember 2012.

NUR ALFIYAH

Berita Terkait:

Grasi Corby, Australia Diminta Bersikap Adil

MA: Grasi Corby Hak Prerogatif Presiden

Keluarga Jenguk Corby di Lapas Denpasar

Grasi SBY untuk Corby Dinilai Bukan Putusan Bijak

Grasi Dikabulkan, Hukuman Corby Dipotong 5 Tahun

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.