Yussa Nugraha, Aset Besar Persis dengan Predikat Jebolan Belanda

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Solo - Persis Solo berhasil membawa pulang satu di antara pemain masa depan Indonesia, yang lama belajar di luar negeri. Adalah Yussa Nugraha, pemain muda kelahiran Solo yang belasan tahun menimba ilmu sepak bola ke Belanda.

Persis Solo secara resmi merekrutnya pada 24 Mei 2021. Persis pun menjadi tim profesional pertama Yussa sepanjang kariernya di lapangan hijau. Memang tidak banyak yang tahu siapa Yussa Nugraha, terutama bagi pemerhati sepak bola nasional.

Pemuda kelahiran Solo, 21 Maret 2001 itu cukup lama menetap di Belanda bersama orang tuanya sejak 2008. Ia pun ikut digembleng menyalurkan bakatnya di sepak bola Belanda selama bertahun-tahun.

Sejak belajar sepak bola di usia delapan tahun, Yussa Nugraha menimba ilmu sepak bola bersama sejumlah tim akademi seperti Den Haag, VV Haagsehout, SVV Scheveningen, Feyenoord, dan HBS Craeyenhout.

"Saya ikut orang tua sejak kecil, dari 2008 berarti sekarang sudah 12 tahun. Pasti rindu Indonesia. Waktu tahun 2016 sempat pulang (ke Indonesia)," penuturan Yussa dalam tulisan Bola.com edisi 15 Desember 2020.

Mengenai momen terbaik selama meniti karier sepak bola di Belanda, Yussa Nugraha menyebut nama tim papan atas Feyenoord. Dia memperkuat tim tersebut sejak 2013 dan sempat bertahan sampai lima tahun.

"Tahun pertama (di Feyenoord), saya main di U-15 dan berkompetisi pada divisi dua. Tahun pertama bawa tim promosi. Tahun kedua main di divisi pertama. Dan ini pengalaman terbaik saya," kata Yussa Nugraha.

Bangkit dan Wujudkan Impian

Pemain anyar Persis Solo, Yussa Nugraha saat berlatih bersama klub barunya. (Dok Persis Solo)
Pemain anyar Persis Solo, Yussa Nugraha saat berlatih bersama klub barunya. (Dok Persis Solo)

Memasuki usianya yang ke 20 tahun, Yussa Nugraha memutuskan menerima tawaran Persis. Dengan usia masih muda dan pengalaman yang didapatkan selama belajar di Negeri Kincir Angin, Yussa Nugraha akan menjadi satu di antara pemain andalan Laskar Sambernyawa.

Ia merasa tak mengalami penurunan karier walau kembali ke Indonesia dan tampil di kompetisi kasta kedua. Karena ada dalam salah satu impiannya, kelak ia ingin tampil berseragam tim tanah kelahiran, yaitu Persis Solo.

Selain itu, dia juga mendekatkan impian lainnya, yakni bisa berseragam Timnas Indonesia dengan bermain di negeri sendiri.

Yussa sempat mengalami cedera hebat pada lututnya di SC Feyenoord dan harus menepi setidaknya selama 10 bulan untuk menjalani masa penyembuhan. Ia berhasil melewati masa cederanya dan bermain untuk HBS Craeyenhout.

Setelah kontraknya berakhir, Yussa Nugraha memutuskan kembali ke Indonesia dan bergabung untuk Persis.

"Persis adalah klub asal kota kelahiran saya dengan nama besar dan sejarah panjang. Saya yakin dengan Persis karena di bawah kepemilikan dan manajemen baru sekarang tim ini akan banyak melakukan gebrakan, tentunya prestasi promosi ke Liga 1," terang Yussa pada 24 Mei 2021.

Adaptasi di Lingkungan Baru

Pemain anyar Persis Solo, Yussa Nugraha, ketika menjalani sesi latihan di Stadion UNS. (Dok Persis Solo)
Pemain anyar Persis Solo, Yussa Nugraha, ketika menjalani sesi latihan di Stadion UNS. (Dok Persis Solo)

Yussa sebenarnya sudah lama mewarnai rumor bakal hijrah ke Persis. Diawali saat menjelang lebaran kemarin, ia sudah berada di Indonesia setelah terbang dari Amsterdam, dan lebih dulu menjalani karantina di Jakarta.

Kemudian dalam sepekan terakhir dirinya terlihat sudah ikut bergabung dalam latihan Persis. Meski secara resmi baru mencapai kesepakatan dan diumumkan oleh manajemen klub, ia sudah tak sabar ingin segera nyetel dengan permainan pelatih dan rekan-rekan barunya.

Ia bertekad menularkan bekal ilmunya selama di Belanda untuk permainan Persis. Bersama tim pujaan Pasoepati dan Surakartans, ia bakal diplot sebagai gelandang serang sektor sayap.

Di sisi lain, ia juga bakal belajar banyak dengan deretan pemain senior dan berpengalaman Persis lainnya, seperti Beto Goncalves dan Wahyu Tri Nugroho.

"Dengan susunan tim yang sekarang, saya juga bisa belajar dan menyerap ilmu dari pemain senior. Mengingat terdapat perbedaan yang cukup jauh antara sepak bola Eropa dan Indonesia," tegas Yussa.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel