Yustinus Pae Klarifikasi Pemecatan dari Persipura: Klaim Tuduhan Jacksen Tiago Tidak Benar

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jayapura - Yustinus Pae dan Boaz Solossa dipecat oleh Persipura Jayapura. Keduanya dianggap sebagai biang masalah yang hampir terjadi pada setiap tahunnya.

Persipura mencoret Yustinus Pae dan Boaz dengan alasan indisipliner berat dan berulang. Pelatih Jacksen Tiago bahkan berani buka-bukaan terkait perilaku kedua pemain.

Jacksen Tiago mengindetifikasi perbuatan Yustinus Pae dan Boaz sebagai "sesuatu yang berbahaya, mengarah ke doping, mengancam nyawa hingga bisa kolaps di lapangan."

Yustinus Pae menyanggah semua tuduhan dari Jacksen itu. Bek berusia 38 tahun itu hanya mengakui menenggak minuman keras bareng Boaz dua hari sebelum Persipura beruji coba dengan Persita Tangerang.

"Saya tidak mau memutarbalikan karena saya sudah lama bekerja sama dengan coach. Terserah jika coach mau bermusuhan dengan saya," kata Yustinus Pae dalam wawancaranya di channel YouTube Jurnal Tanah Papua.

"Mungkin ini sudah jalan Tuhan saya dan Persipura sampai di sini. Saya tidak mau bermusuhan dengan coach dan manajemen Persipura. Saya sudah dapat banyak dari Persipura."

"Saya tidak mau ada masalah dengan coach dan manajemen. Saya sudah klarifikasi. Saya juga mau coach harus jujur dan meminta maaf karena ini sudah menyangkut nama baik kami. Ini harapan saya," tutur Yustinus Pae.

Tenggak Miras

Ilustrasi Razia Miras 1(Liputan6.com/M.Iqbal)
Ilustrasi Razia Miras 1(Liputan6.com/M.Iqbal)

Pada Minggu, 13 Juni 2021, Persipura menantang Persita Tangerang dalam partai uji coba di Stadion Benteng Taruna, Tangerang.

"Kalau cerita saya, tidak jauh dari Boaz. Saya tambahkan saat uji coba. Hari Jumat, kami memang mengonsumsi miras," ujar Yustinus Pae.

Pertandingan terpaksa dihentikan pada pertengahan kedua. Apa sebabnya? Laga latih tanding itu berujung kericuhan. Pemain kedua kesebelasan mulai saling jegal satu sama lain.

Yustinus Pae mengklaim efek dari minuman keras akan hilang satu hari setelah menganggaknya. Dia mengaku mengonsumsi alkohol kepada Jacksen sesaat sebelum pertandingan.

"Semua orang tahu kalau pengaruh dari meminum minuman keras itu sudah hilang satu hari setelahnya. Ketika meeting dalam ruang ganti sebelum uji coba, saya bilang ke coach bahwa saya dan Boaz memang minum. Semuanya terserah kepada coach. Apakah mau menurunkan kami atau tidak," jelas Yustinus Pae.

"Coach menjawab, karena saya dan Boaz sudah diproyeksikan bermain, maka kami berdua tetap bermain. Setelah kami bermain, terjadi kekacauan itu. Saya lebih dulu diganti pada babak pertama, baru Boaz di paruh kedua."

"Setelah kami diganti, baru ada insiden itu. Setelah kejadian itu, laga dihentikan dan kami masuk ruang ganti. Coach bicara banyak. Akhirnya semua dikaitkan dengan perbuatan kami. Coach juga bilang bahwa kejadian itu buntut dari perbuatan kami," tutur Yustinus Pae.

Tepis Sangkaan Jacksen

Bek Persipura, Yustinus Pae, berusaha melewati hadangan pemain Bhayangkara FC pada laga Liga 1 Indonesia di Stadion PTIK, Jakarta, Senin (18/11). Bhayangkara menang 2-0 atas Persipura. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Bek Persipura, Yustinus Pae, berusaha melewati hadangan pemain Bhayangkara FC pada laga Liga 1 Indonesia di Stadion PTIK, Jakarta, Senin (18/11). Bhayangkara menang 2-0 atas Persipura. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Yustinus Pae mengklaim perbuatannya bersama Boaz tidak bakal berisiko seperti apa yang dikatakan oleh Jakcsen. Mantan bek Timnas Indonesia juga menyanggah dugaan mengonsumi narkoba.

"Kami punya saksi hidup. Mungkin manajemen dan pemain-pemain lain, kalau memang dibilang saya dan Boaz begitu, tanya langsung kepada mereka. Mereka pasti bicara," jelas Yustinus Pae.

"Saya sebenarnya tidak mau bicara. Cuma karena coach memberikan pernyataan terkait kekacauan di ruang ganti, doping, sampai membahayakan nyawa orang, saya harus klarifikasi bahwa saya dan Boaz tidak pakai barang itu."

"Mungkin teman-teman yang bermain bareng kami tahu. Coach harus bertanggung jawab dengan apa yang coach bilang sebab ini menyangkut nama baik kami," terang Yustinus Pae.

Imbauan untuk Persipura Mania

Ratusan Persipura Mania kompak mengenakan busana serba merah saat aksi damai di halaman Kantor DPR Papua, Selasa (26/5/2015). Aksi ini sempat membuat kemacetan panjang. (Liputan6.com / Katharina Janur)
Ratusan Persipura Mania kompak mengenakan busana serba merah saat aksi damai di halaman Kantor DPR Papua, Selasa (26/5/2015). Aksi ini sempat membuat kemacetan panjang. (Liputan6.com / Katharina Janur)

Yustinus Pae juga mengimbau pendukung Persipura, Persipura Mania dan penggemar lainnya tidak terus-terusan menyerang manajemen. Dia meminta penggemar untuk menanggapinya dengan lebih tenang.

Di media sosial, mayoritas dari suporter Persipura menentang keputusan tim yang memberhentikan Yustinus Pae dan Boaz. Mereka bahkan juga meminta manajemen untuk dievaluasi.

"Saya minta masyarakat dan Persipura Mania untuk tidak berkomentar yang membuat situasi tambah panjang. Harapan saya, Persipura harus tetap eksis meski saya dan Boaz tidak ada. Saya tidak mau ada masalah dengan coach dan manajemen," ucap Yustinus Pae.

Sumber: YouTube Jurnal Tanah Papua

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel