Yusuf Mansyur Bantah Investasi Miliaran di Mekah  

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

TEMPO.CO, Jakarta - Ustad Yusuf Mansyur membantah kabar yang menyatakan bahwa ia mengelola dana investasi hingga berjumlah Rp 500 miliar untuk membeli hotel di Mekah, Arab Saudi.

"Wuah, kata siapa tuh? Ada-ada aje. Saya enggak paham beritanya. Mudah-mudahan beneran ya, hehe, aamiin," kata Yusuf kepada Tempo, Selasa, 16 Juli 2013.

Menurut Yusuf, berita yang tidak benar itu, ia tanggapi dengan positif. Alasannya, ustad kondang ini tidak merasa mengelola investasi miliaran tersebut. "Tetap positif saja, siapa tahu benar-benar jadi konglomerat muslim yang banyak manfaatnya," ujarnya diikuti dengan gelak tawa.Sebelumnya Yusuf Mansyur juga pernah dikabarkan ditangkap Bea dan Cukai di Batam karena membawa uang 1,5 juta ringgit Malaysia atau sekitar Rp 4,8 miliar.

Yusuf menjelaskan, aktifitasnya yakni hanya sebagai ustad yang bertugas sebagai pengajar. "Termasuk ngajar bisnis, ngajar usaha. Itu saja, enggak ada yang istimewa. Selebihnya, mudah-mudahan semua berita (itu) jadi doa dan kebaikan," ujarnya.

"Semua relatif sudah saya tulis di web patunganusaha.com dan di www.yusufmansur.com, judulnya, 4 bungkus, 200 miliar, dan minyak dan gas. Tapi hati-hati dan pelan-pelan bacanya." kata Yusuf.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendapatkan informasi tentang adanya penawaran investasi yang dipimpin oleh seorang ustad muda di sebuah majelis taklim (Baca: OJK Terima Laporan 40 Perusahaan Investasi Bodong) . Kemudian, Yusuf Mansyur dikabarkan mengelola dana investasi hingga Rp 500 miliar dan menjanjikan bagi hasil sekitar 8 persen per bulan. Konon, dana itu akan digunakan untuk berbagai usaha. Salah satunya membeli hotel di Mekah yang bisa digunakan oleh jamaah umroh maupun haji dari Indonesia.

AFRILIA SURYANIS

Berita Terkait Lainnya

Makna Bersyukur Ustad Yusuf Mansyur

Bea Cukai Bantah Tangkap Ustad Yusuf Mansyur

OJK Terima Laporan 40 Perusahaan Investasi Bodong

Emas Bodong Golden Traders, Orang Indonesia Kaya

 

 

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...