Zaenal Arief: Pasang Surut Karier Pria Cikajang di Persib Bandung

Bola.com, Bandung - Pesona Zaenal Arief saat memperkuat Persib Bandung tidak akan pernah terlupakan oleh bobotoh. Pria kelahiran Cikajang, Garut, 3 Januari 1981 itu memang menjadi bintang Persib pada era 2000-an, tepatnya pada musim 2006-2009.

Abo, sapaan akrab Zaenal Arief, sudah menjadi pemain Persib pada musim 1998-2000. Namun, kala itu namanya kurang bersinar di Persib.

Setelah dua musim bersama Persib, Abo pun hijrah ke Persita Tangerang dari 2000 hingga 2005. Bersama Persita, Abo semakin terasah kemampuannya, dari 48 kali tampil, ia mampu melesakan 44 gol.

Di bawah polesan Benny Dollo, duet Zaenal Arief - Ilham Jaya Kesuma di lini depan Persita paling berbahaya. Persita pada tahun 2000 merupakan Juara Divisi Satu yang Promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia dan pada tahun 2001 masuk ke Delapan Besar Divisi Utama Liga Indonesia.

Pada 2002, Persita melejit menjadi runner-up Liga Indonesia. Duet Zaenal Arief - Ilham Jaya Kesuma pun membuat Persita meraih peringkat ketiga kejuaraan Klub ASEAN pada tahun 2003.

Berkat aksi ciamik itu, Abo terpanggil ke Timnas Indonesia di bawah kendali Ivan Kolev untuk Piala Tiger 2002. Ia pun harus bersaing dengan striker lainnya yakni Budi Sudarsono, Bambang Pamungkas, Mohd Zainal Ichwan, dan Gendut Doni Christiawan.

Bersaing Ketat di Persib

Mantan pemain timnas, Zaenal Arif kini melakoni aktivitas sebagai PNS pasca memutuskan gantung sepatu dari sepak bola. (Bola.com/Bagas Rahadyan)

Selama memperkuat Timnas Indonesia hingga tahun 2007 itu, Abo tampil 23 kali dan melesakkan 14 gol. Dari 14 gol itu, empat di antaranya dicetak dalam satu laga yakni kontra Filipina pada Piala Tiger 2002.

Dengan statusnya sebagai pemain Timnas, Persib pun kembali menarik Abo pada pertengahan musim 2006. Keinginan Persib kala itu langsung disambut Abo.

Abo merasa bahwa perjalanan memperkuat Persita selama lima tahun, sudah cukup untuk meningkatkan kualitas permainannya. Apalagi, Persib merupakan dambaanya sejak memperkuat tim Persigar Garut.

Pada musim pertamanya bersama Persib, Abo mampu menyelamatkan Persib dari ancaman degradasi setelah lolos di babak play-off. Ia selalu mendapat kepercayaan sebagai starter.

Memasiki musim 2007, ia harus bersaing ketat lantaran pengurus Persib saat itu mendatangkan striker asal Kamerun, Christian Bekamenga. Posisi striker kedua diisi oleh Zaenal dan Redouanne Barkaoui secara bergantian.

Musim 2008-2009, Abo kembali harus bersaing ketat karena hadirnya Hilton Moreira, Rafael Alves Bastos, dan pemain muda Airlangga Sucipto yang mulai menunjukan kemampuannya.

Selain itu, kakak dari Yandi Sofyan Munawar ini mulai sering dibekap cedera. Bahkan, ia sempat diisukan akan hijrah ke Pelita Jaya.

Laga Paling Berkesan

Zaenal Arief, kini bekerja di Pemkot Bandung. (Bola.com/Erwin Snaz)

Selama memperkuat Persib, Abo menilai laga versus Persija Jakarta selalu menjadi momen yang tidak pernah terlupakan, terutama pada laga tanggal 20 Mei 2006 di Stadion Siliwangi, Bandung pada Divisi Utama Liga Indonesia. Saat itu, dalam kondisi kepala diperban karena cedera akibat benturan, Abo menyamakan skor.

"Padahal saat itu dokter tim melarang main karena cedera dan harus istirahat. Tapi saya bertekad harus main karena lawannya Persija. Saya pun cetak gol. Walaupun kami tidak menang tapi puas karena bisa mencetak gol melawan Persija," ucap Abo.

Abo tampil 52 kali dan mengoleksi 18 gol selama membela Persib. Pada musim 2009-2010, Ia memutuskan untuk pindah ke Persisam Samarinda, kemudian ke Persikabo Bogor (2010–2011), PSPS Pekanbaru (2011-2012), dan sempat ke Madura United pada 2012.

Pada 2014, Abo pun memilih gantung sepatu dan melanjutkan kariernya sebagai PNS di Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bandung. Dia bahkan didaulat sebagai duta pajak hingga saat ini.

Meski sudah pensiun dari sepak bola, Abo mengaku tidak pernah melupakan tim Persib yang sudah membesarkannya. Ia pun berharap Persib kembali menorehkan prestasi.

Video