Zainudin Amali Sosok Tepat Sebagai Ketua Umum PSSI

Luzman Rifqi Karami
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sosok Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali beberapa kali menunjukkan kepedulian terhadap sepakbola nasional. Dia mampu membawa sepakbola kembali dimainkan di Indonesia setelah vakum setahun karena pandemi virus corona COVID-19.

Pengamat sepakbola dari Football Institute, Budi Setiawan mencermati hal ini. Dia bahkan menyebut Amali sebagai sosok yang pantas menjadi Ketua Umum PSSI.

Setidaknya, ada empat alasan yang membuat Amali dinilai layak menjadi Ketua Umum PSSI. Berikut alasan tersebut:

1. Zainudin Amali sangat concern terhadap kepastian dan masa depan sepakbola Indonesia

Tercatat sudah dua kali Amali memecah kebuntuan komunikasi antara PSSI dengan Polri, dan keduanya terkait izin keamanan. Di tengah ketidakpastian kompetisi Liga 1, Amali mendorong berjalannya Piala Menpora sebagai turnamen pramusim.

Tentu ini menjadi angin segar akan timbulnya harapan baru mengenai masa depan sepakbola, kemudian laga uji coba Timnas yang batal di detik akhir, pengurus PSSI berbondong-bondong ke Kemenpora mengadu soal batalnya pertandingan Timnas U-22 vs Tira Persikabo. PSSI memohon bantuan untuk melakukan lobby ke Polri, hasilnya tidak lama setelah itu izin pelaksanaan uji coba timnas akhirnya keluar.

2. Terjadi krisis kepemimpinan dan ketidakcakapan dalam tata kelola organisasi yang umurnya sudah lebih tua dari Republik Indonesia

Tidak ada aktivitas organisasi selama lebih dari satu tahun, tidak ada sekjen definitif hampir satu tahun, sungguh sebuah waktu yang panjang untuk jabatan Plt. Dalam situasi krisis dan kritis, pucuk pimpinan di PSSI gagal memberikan penjelasan, transparansi dan tanggung jawab kepada members dan stakeholder sepakbola.

Dia malah terkesan menghindari masalah tersebut. Kontroversi terbaru, batalnya pertandingan timnas U-22 vs Tira Persikabo, bukannya tampil menjelaskan ke publik malah menutup kolom komentar di sosial medianya. Ketika izin pertandingan sudah didapat baru muncul lagi. Ini anomali dan paradoks sifat dan sikap kepemimpinan.

3. Zainudin Amali adalah sosok yang memiliki integritas tinggi

Ketika dia sampaikan Piala Menpora jalan, dia lakukan dengan sungguh-sungguh, dia menjadi orkestra antara PSSI LIB dengan Polri dan Kemenpora. Hasilnya, Piala Menpora mendapatkan izin dari pihak Polri langsung dari Kapolri Listyo Sigit. Ketika dia garansi laga timnas akan berjalan tanggal 5 antara timnas U-22 vs Tira persikabo, dia mengawal sekuat tenaga.

Bahkan dia mengecek langsung kesiapan dan kesungguhan Panpel dalam mematuhi protokol kesehatan. Hasilnya pertandingan sukses terselenggara dengan protokol kesehatan yang taat. Bukan hoax bukan prank seperti yang sebelumnya.

4. PSSI perlu dipimpin oleh orang yang memiliki pengaruh, pejabat tinggi negara yang mampu mengimplementasikan Inpres no. 3 tahun 2019 tentang percepatan sepakbola nasional

Sudah saatnya PSSI memiliki ketua umum yang memiliki integritas, kapabilitas dan dipercaya oleh seluruh stakeholder khususnya negara.

"Isu utamanya Pak Iwan Bule ini paradoks, dipilih di Kongres sebagai Ketua Umum oleh para pemilik suara untuk mempermudah perizinan, bukan sebaliknya. PSSI sejak akhir tahun 2020 sangat kesulitan mendapatkan izin keamanan untuk sepakbola," ungkap Budi Setiawan.