Zamannya Virtual Exihibiton, Apa Sih Bedanya dengan Pameran Konvensional?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Setiap bidang seni apapun akan menghasilan sebuah karya. Ketika karya ingin ditampilkan atau dapat dinikmati oleh khalayak luas, digelarlah pameran karya seni.

Sebelum pandemi, pameran seni yang umum digelar di suatu tempat nggak pernah sepi pengunjung karena konsep acara dibuat semenarik mungkin. Apalagi dengan menjamurnya kafe atau restoran yang dengan mudah dijangkau pengunjung serta dapat diajak kerja sama untuk menggelar pameran seni.

Bukan hanya soal tempat, banyak hal yang menarik untuk dilihat di pameran seni. Mulai dari karya para seniman, penampilan khusus, workshop, dan masih banyak lagi. Bahkan ketika akan melihat pameran, para pengunjung pun dapat menikmati makanan dan minuman dari kafe atau restoran tersebut.

Hal tersebut tentu menjadi daya tarik untuk orang-orang mengunjungi pameran. Namun sayangnya di saat minat masyarakat terhadap seni meningkat, galeri dan museum yang biasanya jadi tempat umum digelarnya pameran seni harus ditutup, untuk menghindari potensi keramaian di masa pandemi.

Namun pameran seni harus terus berjalan. So thanks to technology! Kini pameran seni konvensional yang biasa digelar di sebuah tempat, bisa diselenggarakan secara virtual atau dikenal dengan istilah virtual exhibition.

Ya, virtual exhibition menjadi solusi di tengah situasi seperti sekarang. Dengan adanya virtual exhibition, para pekerja seni diberi ruang untuk membuka diskusi dan interaksi antara masyarakat dan karya seni lewat dunia digital. Nah pertanyannya sekarang, apa saja perbedaan antara pameran seni konvensional dengan virtual exhibiton?

Pengalaman Visual yang Menarik

Ilustrasi virtual exhibition/Shutterstock.
Ilustrasi virtual exhibition/Shutterstock.

Berbeda dengan pameran biasa, virtual exhibition sering kali menawarkan sajian visual yang lebih menarik.

Virtual exhibition punya kesempatan untuk nawarin pengalaman visual imajinatif, ngebangun dunia baru yang jauh berbeda dari bayangan kita tentang dunia nyata. Sedangkan pameran pada umumnya cenderung bergantung dengan kondisi ruangan yang digunakan.

Berinteraksi dengan Karya Seniman

Ilustrasi virtual exhibition/Shutterstock.
Ilustrasi virtual exhibition/Shutterstock.

Kalau kamu sering perhatikan, kebanyakan pameran pasti punya imbauan bagi pengunjung untuk nggak menyentuh karya seniman, demi menjaga kualitas dan keamanannya.

Nah, di virtual exhibition seniman juga punya kesempatan untuk eksplor elemen-elemen baru dalam karyanya yang bisa bikin kamu bisa berinteraksi lebih dekat dengan karya-karya mereka.

Kapan lagi ya kan kamu bisa bebas main-main dan berinteraksi dengan karya seni tanpa ada rasa khawatir?

Gampang Diakses Kapan Saja dan di mana Saja

Ilustrasi virtual exhibition/Shutterstock.
Ilustrasi virtual exhibition/Shutterstock.

Untuk mengunjungi pameran-pameran besar yang banyak didatengin orang, pasti kamu butuh usaha lebih. Mulai dari nyari parkir, beli tiket dan antri masuk. Tapi sekarang, kamu nggak harus melakukan hal tersebut. Bahkan untuk menikmati pameran seni, kamu nggak perlu keluar rumah.

Sekarang, dengan adanya virtual exhibition kamu sudah bisa ‘menghadiri’ dan menikmati berbagai macam karya seni tanpa harus keluar rumah. Modal internet dan gadget sudah cukup!

Nikmatnya lagi, kamu bisa menonton acara tersebut sambil bersantai di kamar lagi. Itung-itung liburan virtual. Di virtual exhibition juga nggak terbatas oleh waktu, jadi kamu bisa mengunjungi pamerannya kapan aja selama pameran berlangsung.

Daripada penasaran, mendingan lo liat dan nikmatin sendiri keseruannya virtual exhibition. Klik di sini!

(*)