Zelenskyy Ungkap Perang Ukraina Bisa Berakhir dengan Satu Syarat

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kemarin mengatakan, perang di Ukraina dimulai dengan Crimea dan harus diakhiri dengan pembebasannya.

Zelenskyy mengungkapkan pernyataan itu beberapa jam setelah serangkaian ledakan menghantam pangkalan udara Rusia di Crime hingga menewaskan satu orang.

Dikutip dari laman BBC, Rabu (10/8), Zelenskyy tidak menyinggung ledakan tersebut tetapi dalam pidato malamnya itu dia mengatakan: "Crimea adalah Ukraina dan kami tidak akan pernah menyerah."

Rusia meremehkan ledakan itu dan dan seorang penasihat utama Ukraina membantah negaranya bertanggung jawab.

Crimea secara resmi merupakan bagian dari Ukraina tetapi dicaplok oleh Rusia pada 2014 setelah referendum yang oleh masyarakat internasional dianggap tidak sah. Banyak orang Ukraina melihat ini sebagai awal perang mereka dengan Rusia.

Kemarin serangkaian ledakan mengguncang pangkalan militer Rusia di Saky dekat Novofedorivka, di barat Crimea - dekat dengan resor tepi laut yang populer di kalangan turis Rusia.

Rekaman di media sosial menunjukkan pengunjung pantai berlarian saat ledakan terjadi. Saksi mata mengatakan mereka telah mendengar setidaknya 12 ledakan. Departemen kesehatan Crimea yang ditunjuk Rusia mengatakan satu warga sipil tewas dan delapan lainnya terluka.

Kementerian pertahanan Rusia berkeras bahwa ledakan itu disebabkan oleh amunisi yang meledak di sebuah toko - meskipun ini belum diverifikasi secara independen.

Setiap serangan ke Crimea oleh Ukraina akan dianggap sangat serius oleh Moskow.

Pernyataan terakhir Zelensky menunjukkan dia yakin Ukraina harus merebut kembali semenanjung itu sebelum perang berakhir - namun di masa lalu dia mengatakan hal yang berbeda soal ini.

Dia sebelumnya menyiratkan Ukraina dapat menerima perdamaian jika Rusia kembali ke posisi mereka sebelum 24 Februari, yang berarti merebut kembali Crimea tidak akan dianggap sebagai persyaratan.

Reporter Magang: Gracia Irene [pan]