Ziarah ke Makam Ki Ageng Gribig, Airlangga Lestarikan Budaya Leluhur

·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto berkunjung ke Jawa Tengah yang salah satu kegiatannya berziarah ke situs makam Ki Ageng Gribig, Klaten, Jawa Tengah. Ki Ageng Gribig dikenal sebagai ulama besar yang menyebarkan Islam di Desa Krajan, Jatinom, Klaten dan sekitarnya.

Selain itu, Ki Ageng Gribig juga masih keturunan dari Raja Majapahit, Brawijaya V. Airlangga sebelum berziarah, sempat menyerahkan bantuan 50 ribu butir telur, ayam potong dan motor sampah kepada warga Jatinom, Sabtu, 19 Juni 2021.

Museum Rekor Indonesia (MURI) sempat mencatatkan kegiatan tersebut sebagai rekor bantuan telur ayam terbanyak ke masyarakat. Tujuan Airlangga dalam kegiatan itu ingin membantu kampanye pemerintah untuk meningkatkan gizi dan imunitas tubuh yang salah satunya dengan mengkonsumsi telur.

Ketua Yayasan Ki Ageng Gribig, Ebta Tricahya, mengatakan kegiatan positif yang dilakukan Airlangga sebagai bentuk kepedulian terhadap warga Jatinom.

"Sumbangan ini bentuk kepedulian beliau kepada masyarakat Jatinom. Kami sangat menghargai bantuan ini. Pak Airlangga masih sangat peduli dengan leluhurnya dan budaya yang ditinggalkan oleh Ki Ageng Gribig,” ujar Ebta, dalam keterangannya, Minggu, 20 Juni 2021.

Dia menjelaskan, hampir setiap tahun, figur Ketua Umum Golkar itu setiap tahun ziarah ke makam Ki Ageng Gribig. Namun, ia bilang hanya tahun lalu sempat terhenti karena pembatasan dampak pandemi COVID-19.

"Sejak kecil pak Airlangga sering diajak nyekar bersama keluarga ke makam Ki Ageng Gribig untuk mengirimkan doa kepada leluhur," jelas Ebta.

Untuk diketahui, Airlangga meneruskan amanat dari ayahnya, R. Hartarto Sastrosoenarto yang juga Menteri Perindustrian era Presiden Soeharto. Amanat itu agar eks Ketua Komisi VI DPR itu merawat lokasi kompleks pemakaman Ki Ageng Gribig.

Selain itu, Airlangga diharapkan juga bisa meneruskan tradisi Yaqowiyu yang sudah dilakukan Ki Ageng Gribig. Kata dia, tradisi ini dalam sejarahnya selalu dipraktikan Ki Ageng Gribig sejak lama untuk warga sekitar.

Yaqowiyu adalah tradisi unik yaitu aktivitas membagi-bagikan kue apem kepada warga sekitar. Tradisi ini biasa diadakan pada tanggal 15 bulan Safar. Tradisi ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu dan jadi salah satu wisata religi bagi warga Klaten.

“Tadi, Pak Airlangga juga sempat menitipkan pesan, agar terus mempertahankan dan menggelar tradisi Yaqowiyu ini. September nanti akan kami laksanakan kembali dan kami berharap beliau hadir," tutur Ebta.

Dia menambahkan bahwa Yaqowiyu juga diajarkan Ki Ageng Gribig dimaknai sebagai bentuk gotong royong serta memohon doa kepada Allah SWT.

“Masyarakat terutama warga Nahdliyin di Klaten dan sekitarnya bangga terhadap Pak Airlangga yang masih memiliki trah Brawijaya dan Ki Ageng Gribig. Bahkan sudah muncul tekad dari warga Nahdliyin untuk terus mendukung cita-cita beliau," jelas Ebta.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel