Zombie Bukan Isapan Jempol

·Bacaan 2 menit

VIVAZombie kecil yang membeku di lapisan es Arktik selama 24 ribu tahun baru-baru ini dihidupkan kembali dan telah menghasilkan klon di laboratorium di Rusia. Makhluk-makhluk tangguh ini adalah rotifera bdelloid, atau hewan roda, dinamakan demikian karena cincin rambut kecil seperti roda yang melingkari mulut mereka.

Rotifera merupakan hewan mikroskopis multiseluler yang hidup di lingkungan air tawar, dan mereka telah ada selama sekitar 50 juta tahun silam. Pada saat itu, rotifera telah mengambil satu atau dua trik bertahan hidup.

Baca: Rusia Olok-olok Elon Musk

Para ilmuwan Rusia sebelumnya menemukan bahwa rotifera modern dapat dibekukan pada suhu minus 20 derajat Celcius dan dihidupkan kembali 10 tahun kemudian. Sekarang, rotifera berhasil dihidupkan kembali rotifera yang membeku di permafrost Siberia kuno 2,6 juta hingga sekitar 11.700 tahun silam.

Setelah dicairkan, rotifera purba ini mulai bereproduksi secara aseksual melalui partenogenesis, menciptakan klon yang merupakan duplikat genetik mereka. Permafrost atau tanah yang telah membeku selama dua tahun atau lebih ini dapat menyimpan potret kehidupan dan kematian dari ribuan tahun silam.

Misalnya, bangkai burung kecil yang ditemukan di lapisan es Siberia berusia 46 ribu tahun pada 2020, tapi nampak sepertinya baru mati beberapa hari lalu. Mempertahankan penampilan seperti aslinya setelah menghabiskan ribuan tahun di dalam es sangat mengesankan.

Namun begitu, beberapa jenis tumbuhan dan hewan yang terkunci dalam lapisan es purba telah berhasil melakukan sesuatu yang lebih mencengangkan, yakni hidup kembali dari keadaan beku.

Pada 2012, para ilmuwan Rusia menggambarkan bagaimana mereka meregenerasi tanaman berusia 30 ribu tahun dari jaringan buah yang belum matang yang telah dibekukan di permafrost Siberia. Dua tahun kemudian mereka menumbuhkan kembali lumut Antartika yang telah terikat es di wilayah tersebut selama 1.500 tahun.

Saat ini sudah lebih banyak zombie hewan beku di permafrost yang telah diresusitasi dari keadaan metabolisme yang ditangguhkan, yang dikenal sebagai cryptobiosis, seperti dikutip dari situs Live Science, Selasa, 8 Juni 2021.

Rotifera berevolusi menggunakan kriptobiosis karena kebanyakan dari mereka hidup di habitat berair yang sering membeku atau mengering. Mereka menangguhkan metabolisme mereka dan mengakumulasi senyawa tertentu, seperti protein pendamping yang membantu mereka pulih dari kriptobiosis ketika kondisinya membaik.

Untuk studi baru, para ilmuwan Rusia mengumpulkan sampel lapisan es dengan mengebor hingga kedalaman 3,5 meter di bawah permukaan Sungai Alazeya di Siberia yang berusia sekitar 24 ribu tahun. Ketika mereka mencairkan sampel, mereka menemukan rotifera dalam genus Adineta dalam keadaan kriptobiotik.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel