Zona kuning di Kulon Progo tinggal satu Rukun Tetangga

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat Rukun Tetangga yang berstatus zona kuning penyebaran COVID-19 tinggal satu Rukun Tetangga atau 0,02 persen dari 4.478 Rukun Tetangga.

"Satu Rukun Tetangga (RT) yang berstatus zona kuning ada di Kecamatan Wates," kata Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Joko Satyo Agus Nahrowi di Kulon Progo, Selasa.

Ia mengatakan penyebaran COVID-19 di Kulon Progo sejak awal Mei 2021 terus melandai. Sehingga berpengaruh terhadap status zona penyebaran COVID-19. Pada Senin (9/5), jumlah RT yang berstatus zona kuning masih ada delapan RT, tapi hari ini turun tujuh RT, sehingga tinggal satu RT.

"Secara keseluruhan, jumlah RT yang berstatus zona hijau sebanyak 99,98 persen atau 4.477 RT dari 4.478 RT. Kami berharap kasus COVID-19 terus melandai, sehingga semua RT di Kulon Progo berstatus zona hijau," katanya.

Baca juga: Tiga hari berturut-turut di Kulon Progo tidak ada penambahan COVID-19

Baca juga: BPBD catat zona hijau COVID-19 di Kulon Progo capai 97,21 persen

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati mengatakan kasus COVID-19 di Kulon Progo sudah landai sejak awal Mei ini. Hari ini, tidak ada penambahan terkonfirmasi COVID-19 yang baru. Sehingga total kasus aktif di wilayah ini tersisa sembilan pasien yang menjalani perawatan secara isolasi mandiri.

Selama 2020-2022, total terkonfirmasi COVID-19 di Kulon Progo sebanyak 29.539 kasus dengan rincian sembilan isolasi, 28.995 selesai isolasi, dan 535 meninggal dunia.

Kemudian, tiga dari 12 kecamatan dengan angka COVID-19 tertinggi, yakni Kecamatan Pengasih sebanyak 3.725 kasus, Sentolo sebanyak 3.247 kasus, dan Galur 3.161 kasus.

"Kami mengimbau kepada masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan ketat, meski kasus COVID-19 di Kulon Progo sudah melandai," katanya.

Baca juga: Angka kesembuhan COVID-19 bertambah 659 orang

Baca juga: Penerima dosis penguat capai 41,13 juta jiwa penduduk Indonesia

Baca juga: Ketua MPR minta Pemerintah tidak lengah tangani COVID-19

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel