Zona Oranye COVID-19, Walkot Malang Belum Berlakukan Jam Malam

·Bacaan 2 menit

VIVAWali Kota Malang Sutiaji menegaskan untuk sementara tidak akan menerapkan aturan jam malam saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Saat ini wilayahnya masuk zona oranye. Data dari Dinas Kesehatan setempat, jumlah warga positif COVID-19 harian antara 8 hingga 12 orang.

"Zona merah ada dua versi PPKM dari Kemendagri dan juga Kemenkes. Kalau dari Kemendagri lebih lokalisir, ini titiknya zona merah dilokalisir. Yang ngerti perkembangan di masing-masing daerah. Di kami saya kira belum waktunya kami membuat jam malam," kata Sutiaji, Selasa, 22 Juni 2021.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan keputusan pemerintah untuk melakukan penebalan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang mulai berlaku pada 22 Juni sampai 5 Juli.

Isinya antara lain, kegiatan di pusat perbelanjaan, mal atau pasar, dan pusat perdagangan, jam operasional maksimal sampai pukul 20.00 dan pembatasan pengunjung paling banyak 25 persen dari kapasitas.

"Kami sedang membangkitkan pertumbuhan ekonomi di Kota Malang dengan pacuan pada triwulan kedua, yakni 7 persen. Saya nanti Insya Allah akan telepon pak Dirjen untuk ijin tidak melakukan itu (pembatasan jam malam)," ujar Sutiaji.

Saat ini di Kota Malang angka penyebaran COVID-19 sedang tinggi, utamanya pada klaster perkampungan. Seperti klaster perkampungan Tlogomas, Lowokdoro, Rampal Celaket, dan perkampungan Bandulan. Jurus Pemkot Malang untuk menekan angka penyebaran COVID-19 adalah memaksimalkan peran posko PPKM Mikro.

Jurus lainnya, adalah kembali menggencarkan razia protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di tempat-tempat keramaian. Sebab, kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan dianggap mulai kendor. Sehingga sudah saatnya untuk diingatkan agar tetap disiplin.

"Kami akan membuat operasi gabungan dengan semua lintas dan kami akan ambil sampling untuk swab. Masyarakat harus disiplin. PPKM mikro itu salah satu alat saja. Intinya adalah disiplin masyarakat, karena disiplin itu adalah vaksin utama, sebelum ada vaksin yang saat ini diinjeksikan kepada tubuh kita," tutur Sutiaji.

Baca juga: Pulang dari Takziah di Madura, 7 Warga Kota Malang Positif COVID-19

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel