Zoom bantu wujudkan layanan kesehatan digital yang terdesentralisasi

Zoom Video Communications, Inc. belum lama ini memaparkan bagaimana institusi layanan kesehatan dapat memanfaatkan komunikasi video untuk menghadirkan model industri kesehatan yang mengedepankan digital dan layanan kesehatan hybrid.

“Tujuan kami adalah untuk menggunakan telemedicine saat dibutuhkan. Model yang ideal bukanlah model yang serba digital – di mana semua layanan dilakukan melalui video atau virtual – tetapi yang didasarkan pada penerapan klinis yang nyata, yang mampu mempermudah akses bagi orang-orang yang membutuhkan perawatan kesehatan," ujar Global Healthcare Lead Zoom Ron Emerson dalam keterangannya pada Kamis.

Dalam konferensi Healthcare Information and Management Systems Society (HIMSS) 2022 di Nusa Dua, Bali beberapa waktu lalu, Emerson menjelaskan bahwa penyedia layanan kesehatan dapat membuat keputusan yang lebih baik saat menentukan tindakan lanjutan terhadap pasien.

Baca juga: Rey gandeng SehatQ sediakan fitur chat dokter

Zoom membantu para dokter dan tenaga kesehatan lainnya dalam memberikan layanan berkualitas tinggi dan hemat biaya untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan yang dinamis.

Platform Zoom yang aman dan dapat diskalakan, bisa memenuhi kebutuhan penyedia layanan kesehatan, farmasi, dan bioteknologi, serta perangkat medis yang dinamis saat ini.

Emerson menambahkan Zoom dapat digunakan secara efektif dalam telehealth, layanan kesehatan kolaboratif, pendidikan kedokteran, dan population-based care di seluruh rangkaian layanan kesehatan untuk pasien di seluruh dunia.

“Selain kunjungan dokter virtual, langkah selanjutnya bagi penyedia layanan kesehatan adalah mengintegrasikan video di seluruh spektrum layanan kesehatan dan administrasi," jelas Emerson.

Dengan demikian, penyedia layanan kesehatan dapat membantu meningkatkan dan merampingkan alur kerja mereka, meningkatkan efisiensi, dan mendorong untuk saling berbagi pengetahuan, tambah Emerson.

"Apabila penyediaan layanan kesehatan diiringi dengan penerapan komunikasi video dalam proses penagihan dan penggantian biaya (reimbursement), pertemuan dengan vendor, hubungan antar karyawan, dan fungsi administrasi.

Baca juga: Telemedisin dinilai jadi kunci layanan kesehatan di masa pandemi

Tiga tren layanan

Pada konferensi tersebut Zoom membagikan beberapa tren layanan kesehatan yang utama.

Yang pertama adalah layanan kesehatan yang mengedepankan digital. Artinya, terdapat korelasi antara akses ke perawatan dan kualitas layanan. Hal ini membuat sistem layanan kesehatan yang mengedepankan digital dan mudah digunakan menjadi penting.

Mengedepankan digital bukan berarti layanan kesehatan hanya berbentuk digital, melainkan bagaimana kunjungan pertama atau perawatan lanjutan secara hybrid – memadukan kunjungan tatap muka dan perawatan secara virtual – memiliki potensi menjadi sebuah norma baru.

Kemudian yang kedua adalah adopsi telemedicine. Emerson menjelaskan bahwa kunjungan virtual dengan bantuan video meningkat selama pandemi dan telemedicine telah menjadi solusi layanan kesehatan virtual yang hemat biaya.

Baca juga: Keunggulan menggunakan telemedisin dibanding berobat konvensional

Tren terakhir adalah layanan kesehatan terdesentralisasi. Dengan begitu, penyedia layanan kesehatan menjangkau pasien di seluruh rangkaian perawatan, memberikan kualitas perawatan yang sama sebagaimana yang mereka terima di rumah sakit, serta menunjukkan pergeseran fokus dari penanganan penyakit ke menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Zoom bermitra dengan HIMSS APAC untuk meluncurkan Digital Innovation Showcase, di mana Zoom mengundang startup teknologi kesehatan untuk memberikan solusi inovatif, dengan kemampuan digital yang memanfaatkan komunikasi video dalam rangka memberikan layanan kesehatan yang mengedepankan digital. Perusahaan teknologi kesehatan yang berbasis di Singapura, SmartFuture, muncul sebagai pemenang pada sesi final di Bali.

Kemajuan dalam komunikasi video, bersama dengan pergeseran perilaku konsumen, mendorong industri kesehatan untuk lebih berorientasi pada pasien. Strategi yang mengedepankan digital dan didasarkan pada kebutuhan pasien ini memungkinkan penyedia layanan kesehatan untuk memberikan hasil yang lebih baik dalam seluruh rangkaian perawatan.

Saat ini, masyarakat lebih aktif merawat kesehatan dan kesejahteraan mereka dengan menumbuhkan minat untuk menjaga kesehatan dan merubah gaya hidup, mencari tahu tentang gejala dan pilihan pengobatan yang tersedia bagi mereka, serta metode pencegahan lainnya.

Menurut studi dari Bain & Company, pemanfaatan telehealth di Indonesia telah tumbuh dari 25 persen pada 2019 menjadi 51 persen pada 2021 dan persentasenya diperkirakan akan meningkat menjadi 72 persen pada 2024.

Ketersediaan solusi telehealth dan layanan kesehatan virtual menjadi semakin penting, sebab konsumen semakin memegang kendali terhadap bagaimana dan di mana mereka dapat mengakses layanan kesehatan.

Baca juga: Good Doctor hadirkan layanan telemedisin di asuransi MAG

Baca juga: Lifebouy dan Halodoc berikan konsultasi dokter gratis hingga 2023

Baca juga: Acibadem Healthcare hadirkan kantor informasi di Jakarta