"Zoom fatigue" lebih terasa pada perempuan dibanding laki-laki

Alviansyah Pasaribu
·Bacaan 1 menit

Setahun menghadapi pandemi virus corona, beraktivitas di depan layar komputer dan mengikuti pertemuan virtual sudah menjadi kegiatan rutin sehari-hari.

Setahun belakangan ini, pengguna internet mungkin merasakan "Zoom fatigue", atau kelelahan karena seharian mengikuti konferensi video, menatap layar komputer.

Dikutip dari laman Cnet, Kamis, penelitian terbaru yang dipublikasikan Social Science Research Network menemukan dampak Zoom fatigue lebih terasa pada perempuan dibandingkan laki-laki.

Baca juga: Zoom tambah fitur resepsionis virtual

Tim peneliti melakukan survei pada lebih dari 10.000 orang periode Februari-Maret untuk melihat tingkat stres atau "burnout" selama menggunakan konferensi video setahun belakangan.

Hasilnya, secara umum perempuan, nyaris 14 persen, lebih sering merasa "sangat lelah" setelah mengikuti sesi di Zoom, dibandingkan dengan laki-laki (5,5 persen).

Salah satu alasan utama penyebab kelelahan adalah "self-focused attention", kewaspadaan mengenai bagaimana penampilan terlihat di kamera.

Responden laki-laki dan perempuan yang mengikuti survei rata-rata memiliki frekuensi pertemuan virtual yang sama setiap hari, namun, sesi yang diikuti perempuan biasanya berdurasi lebih panjang.

Temuan riset tersebut, perempuan lebih sedikit beristirahat diantara jeda pertemuan virtual sehingga lebih mudah merasa lelah.

Peneliti juga menemukan perbedaan tingkat Zoom fatigue berdasarkan kepribadian, ras dan usia.

Kepribadian ekstrovert lebih sedikit kelelahan setelah mengikuti konferensi video, dibandingkan introvert.

Usia muda yang mengikuti survei mengalami tingkat kelelahan lebih tinggi dibandingkan yang lebih tua. Sementara ras kulit berwarna lebih banyak merasa lelah dibandingkan kulit putih.

Penelitian sebelumnya dari Stanford menyebutkan Zoom fatigue disebabkan antara lain, kontak mata yang terlalu lama dan lebih banyak energi yang dibutuhkan untuk bisa menangkap suasana sosial dalam pertemuan virtual.

Baca juga: Legislator Rusia usulkan blokir Zoom

Baca juga: Zoom tak bisa diakses, kesalahan internet lokal diduga jadi penyebab

Baca juga: Zoom tambah efek wajah untuk edit alis dan warna bibir